logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Outing Class Anti Mainstream, Siswa MI Muhammadiyah 2 Pontang Belajar Jadi Relawan Cilik di Kantor BPBD

  • 29 Oktober 2026
  • Dibaca 92 Kali
Bagikan Via:
outing-class-anti-mainstream-siswa-mi-muhammadiyah-2-pontang-belajar-jadi-relawan-cilik-di-kantor-bpbd-20261030

Outing Class Anti Mainstream, Siswa MI Muhammadiyah 2 Pontang Belajar Jadi Relawan Cilik di Kantor BPBD

JEMBER, 29 OKTOBER 2026 - Sebanyak 48 siswa MI Muhammadiyah 2 Pontang mengikuti kunjungan belajar ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis 29 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal kebencanaan dan memahami langkah dasar mitigasi sejak dini.

Kunjungan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.40 WIB. Para siswa didampingi lima guru dan personel BPBD Kabupaten Jember mengikuti kegiatan outing class dengan mengunjungi sejumlah pos kebencanaan yang tersedia di lingkungan kantor BPBD.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan kebencanaan melalui pembelajaran langsung di lapangan.

"Anak-anak tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga dikenalkan secara langsung dengan peralatan dan sarana yang digunakan dalam penanganan bencana," kata Zughrinada.

Pada Pos Perahu Karet, siswa mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan alat pelindung diri (APD), fungsi perahu karet sebagai sarana evakuasi, serta prinsip keselamatan dasar di perairan. Materi tersebut juga memperkenalkan proses pertolongan dan evakuasi korban yang terseret arus banjir.

Selanjutnya, siswa mengunjungi Pos Logistik. Di lokasi ini mereka dikenalkan dengan berbagai jenis kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana serta tata kelola logistik selama masa tanggap darurat.

Di Pos Gudang Peralatan, siswa melihat langsung beragam peralatan kebencanaan sekaligus memahami pentingnya penyimpanan dan penataan peralatan secara baik. Penataan tersebut diperlukan agar peralatan dapat segera digunakan ketika terjadi keadaan darurat.

Edukasi berlanjut di Pos Chainsaw. Siswa memperoleh pengetahuan dasar mengenai penggunaan gergaji mesin untuk penanganan pohon tumbang. Petugas juga memberikan pemahaman mengenai keselamatan kerja dan potensi bahaya yang harus diantisipasi saat terjadi angin kencang.

Sementara di Pos Karhutla, siswa mendapatkan materi mengenai kebakaran hutan dan lahan, mulai dari penyebab, dampak, hingga langkah-langkah pencegahannya.

Zughrinada menegaskan, edukasi kebencanaan kepada anak-anak penting untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan sejak usia dini. Menurut dia, pemahaman mengenai risiko bencana diharapkan dapat membentuk perilaku yang lebih aman ketika siswa menghadapi situasi darurat.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, pengenalan pos-pos kebencanaan, penyampaian materi mitigasi bencana, hingga penutup. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Madrasah Nomor 124/MIS.13.32.024/10/2026 tentang Permohonan Izin.

Selain personel BPBD Kabupaten Jember, kegiatan juga melibatkan mahasiswa magang dari Universitas Jember (Unej) dan Universitas Islam Jember (UIJ). Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar tanpa kendala.

Melalui kunjungan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mengenal peralatan kebencanaan, tetapi juga memahami pentingnya kesiapsiagaan, keselamatan, dan upaya pencegahan bencana dalam kehidupan sehari-hari. (tgh)

Galeri Foto