logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Pasar Murah di PLUT KUMKM Jember: Ketika Upaya Menahan Inflasi Bertemu dengan Semangat UMKM Lokal

  • 28 Agustus 2026
  • Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
pasar-murah-di-plut-kumkm-jember-ketika-upaya-menahan-inflasi-bertemu-dengan-semangat-umkm-lokal-20260829

Pasar Murah di PLUT KUMKM Jember: Ketika Upaya Menahan Inflasi Bertemu dengan Semangat UMKM Lokal

JEMBER, 28 AGUSTUS 2026 — Suasana di kawasan PLUT KUMKM Jember pada Jumat, 28 Agustus 2026, terasa berbeda. Tempat yang selama ini dikenal sebagai ruang pendampingan dan pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah itu berubah menjadi titik pertemuan antara kebutuhan masyarakat dan denyut ekonomi lokal.

Di lokasi tersebut digelar pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan masyarakat sekaligus melakukan langkah preventif untuk mengendalikan inflasi.

Bagi masyarakat, pasar murah memberikan kesempatan untuk memperoleh bahan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, jika dilihat lebih jauh, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas. Di balik beras, minyak goreng, gula, telur, dan berbagai bahan kebutuhan lainnya, terdapat persoalan besar yang terus menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni bagaimana menjaga daya beli masyarakat ketika harga kebutuhan dapat bergerak naik sewaktu-waktu.

Pada saat yang sama, pasar murah di PLUT KUMKM Jember tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok. Para pelaku UMKM Jember juga hadir membawa produk mereka. Produk-produk tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan hasil produksi mereka kepada masyarakat secara langsung.

Dengan demikian, pasar murah kali ini memiliki dua wajah sekaligus. Di satu sisi, pemerintah berupaya membuat kebutuhan pokok lebih terjangkau. Di sisi lain, pemerintah memberikan ruang kepada pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar.

Pasar murah sering kali dipahami secara sederhana: masyarakat datang, membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah, kemudian pulang. Namun dalam konteks pengendalian inflasi, pasar murah memiliki fungsi yang lebih strategis.

Inflasi pada dasarnya tidak hanya berbicara mengenai angka yang tercantum dalam laporan ekonomi. Bagi masyarakat, inflasi terasa ketika uang yang sebelumnya cukup untuk membeli sejumlah kebutuhan tiba-tiba hanya mampu membeli lebih sedikit barang.

Harga beras yang meningkat, minyak goreng yang lebih mahal, telur yang naik, atau harga bahan pangan lainnya yang bergerak naik dapat secara langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga. Karena itu, intervensi pemerintah melalui pasar murah menjadi salah satu cara untuk menjaga agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.

Pemerintah tidak hanya menunggu harga naik terlalu tinggi, tetapi berupaya melakukan intervensi melalui penyediaan komoditas dengan harga yang lebih terjangkau.

Kabid Perdagangan Diskopumdag Jember, Lilik Mkahfiyah, S.Pd, M.Pd, menjelaskan bahwa pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang promosi bagi UMKM Jember agar produknya semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

“Kegiatan pasar murah ini kami laksanakan sebagai salah satu upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Ini juga bagian dari langkah kita bersama untuk mengendalikan inflasi di daerah,” ujarnya. (hna)

Galeri Foto