logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Pasca-Edukasi Iklim, Petani Tembakau Puger Siap Kembangkan Trichoderma Mandiri

  • 11 September 2026
  • Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
pasca-edukasi-iklim-petani-tembakau-puger-siap-kembangkan-trichoderma-mandiri-20260911

Pasca-Edukasi Iklim, Petani Tembakau Puger Siap Kembangkan Trichoderma Mandiri

JEMBER, 11 September 2026 — Para petani tembakau yang tergabung dalam Kelompok Tani Subur Satu, Desa Wringintelu, Kecamatan Puger, kini mulai bersiap menerapkan pembuatan agen hayati Trichoderma secara mandiri di kelompok mereka. Langkah nyata ini menjadi tindak lanjut langsung usai diterimanya pembekalan strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember.

Kesiapan petani dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan tersebut dipicu oleh rangkaian kegiatan peningkatan ketahanan usaha tani tembakau yang telah dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026. Saat itu, Kepala DTPHP Kabupaten Jember Sutiyoso, S.H., M.H. bersama Kepala Bidang Perkebunan Rudi, S.P., M.P. hadir mendampingi langsung para petani agar lebih siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

Tidak sekadar menerima penjelasan teori, para petani juga telah dilatih memproduksi Trichoderma sendiri. Agen hayati ini diproyeksikan menjadi benteng alami untuk melindungi perakaran tembakau dari serangan jamur patogen yang kerap merebak akibat kelembapan tanah yang tidak menentu.

Kepala Bidang Perkebunan DTPHP Kabupaten Jember, Rudi, S.P., M.P., menekankan bahwa hasil dari pelatihan tersebut harus segera diwujudkan dalam praktik budidaya sehari-hari.

"Penerapan adaptasi iklim tidak boleh berhenti pada teori semata. Melalui pelatihan Trichoderma ini, kami ingin petani tembakau memiliki benteng alami yang diproduksi secara mandiri, sehingga tanaman lebih tangguh dan biaya produksi tetap efisien," ujar Rudi, S.P., M.P.

Melalui penerapan mandiri ini, DTPHP Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus mengawal dan mengevaluasi perkembangan di lapangan. Langkah berkesinambungan ini diharapkan tak hanya mampu menekan risiko kerusakan tanaman akibat iklim, tetapi juga menghemat biaya pembelian bahan kimia, serta menjaga mutu hasil panen dan pendapatan petani di kawasan Puger secara berkelanjutan. (fan)

Galeri Foto