Pascadiseminasi SID Oplah, Jember Siapkan Langkah Optimasi Lahan Pertanian
- 24 Mei 2026
- Dibaca 139 Kali
Bagikan Via:
Pascadiseminasi SID Oplah, Jember Siapkan Langkah Optimasi Lahan Pertanian
JEMBER, 24 MEI 2026 — Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyiapkan langkah lanjutan pasca kegiatan Diseminasi Dokumen Rancangan Teknis SID Optimasi Lahan Non Rawa (Oplah) Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Soedjarwo Lantai 5 Universitas Jember pada 6 Mei lalu.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum pemaparan dokumen teknis, tetapi juga menjadi titik awal penyusunan arah implementasi optimalisasi lahan pertanian non rawa di Kabupaten Jember. Sejumlah masukan dari akademisi, pemerintah daerah, hingga pelaku pertanian mulai dirumuskan sebagai bahan penyempurnaan program sebelum diterapkan di lapangan.
Kabupaten Jember selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur. Namun tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber air, hingga menurunnya kualitas lahan membuat sektor pertanian membutuhkan pola pengelolaan yang lebih adaptif dan berbasis data.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Penyuluhan Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Moch. Kosim, S.TP., M.P., mengatakan hasil penyusunan SID Oplah nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan lahan pertanian secara lebih terukur.
“Dokumen ini disusun bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan administrasi perencanaan, tetapi sebagai acuan nyata dalam menentukan prioritas pengembangan lahan pertanian yang benar-benar sesuai kondisi lapangan,” ujarnya, dikutip Minggu 24 Mei 2026.
Menurutnya, optimalisasi lahan non rawa menjadi penting karena masih terdapat potensi lahan pertanian yang dapat dimaksimalkan produktivitasnya melalui penataan sistem pengairan, infrastruktur pendukung, hingga pola pengelolaan yang lebih efisien.
Sementara itu, akademisi dari LPPM Universitas Jember yang terlibat dalam penyusunan rancangan teknis SID Oplah menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh dokumen perencanaan, tetapi juga konsistensi implementasi di lapangan.
Dijelaskan, pendekatan berbasis kajian ilmiah penting agar program yang dijalankan benar-benar sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan petani. Karena setiap kawasan memiliki tantangan yang berbeda.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai menjadi langkah penting untuk menghadirkan pembangunan pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan. Selain meningkatkan produktivitas lahan, program Oplah juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.
Ke depan, hasil diseminasi dan penyusunan SID tersebut akan menjadi pijakan awal dalam menentukan arah pengembangan kawasan pertanian non rawa di Kabupaten Jember. Pemerintah daerah berharap langkah tersebut mampu menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di masa mendatang. (fan)