Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan
PENJURIAN KEEPING CONTEST JEMBER KOI CLUB 2026: MENDORONG PENINGKATAN KUALITAS BUDIDAYA KOI DAN NILAI EKONOMI PERIKANAN HIAS DI KABUPATEN JEMBER
- 17 Juni 2026
- Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
PENJURIAN KEEPING CONTEST JEMBER KOI CLUB 2026: MENDORONG PENINGKATAN KUALITAS BUDIDAYA KOI DAN NILAI EKONOMI PERIKANAN HIAS DI KABUPATEN JEMBER
JEMBER, 17 JUNI 2026 – Komunitas pecinta ikan koi di Kabupaten Jember kembali menunjukkan eksistensinya melalui penyelenggaraan Penjurian Keeping Contest Jember Koi Club (JeKC) yang dilaksanakan pada Minggu, 14 Juni 2026, bertempat di Warung Kembang, Jalan Semeru Nomor 89, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember, yaitu Agus Setiawan (APHP Terampil) dan Riko Darmawan (PLKP Terampil). Kehadiran perwakilan dinas menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan usaha perikanan hias yang tidak hanya berorientasi pada hobi, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.Keeping Contest merupakan konsep perlombaan yang menitikberatkan pada kemampuan peserta dalam memelihara ikan koi selama periode tertentu. Pada awal periode kompetisi bulan Maret 2026, peserta menerima ikan koi berusia sekitar empat bulan dengan ukuran 11–14 cm yang berasal dari indukan yang sama. Setelah dipelihara selama tiga bulan, ikan dinilai berdasarkan perkembangan kualitas warna, bentuk tubuh, dan kondisi keseluruhan.Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Ketua Umum JeKC, Sekretaris JeKC, dan perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember. Selanjutnya dilakukan proses registrasi dan penyiapan ikan koi dengan pengisian oksigen ke dalam kantong plastik sebelum ikan diaklimatisasi dalam kolam terpal.Sebanyak 45 ekor ikan koi Kohaku mengikuti kontes, terdiri atas 23 ekor kategori ukuran 1–30 cm dan 22 ekor kategori ukuran di atas 30 cm. Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan tiga aspek utama, yaitu Colour, Body Shine (Shiroji), dan Body Shape.“Kegiatan Keeping Contest ini sangat positif karena bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga menjadi sarana belajar bersama. Kami ditantang untuk membuktikan kemampuan dalam merawat ikan selama beberapa bulan. Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut karena mampu meningkatkan kualitas penghobi dan pembudidaya koi di Jember,” ujar Agus Setiawan, APHP Terampil Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember pada Minggu, 14 Juni 2026.Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Berdasarkan informasi panitia, sesi lelang menghasilkan omzet sekitar Rp9.000.000. Dengan asumsi harga rata-rata ikan koi Rp250.000 per ekor, total potensi nilai ekonomis dari 45 ekor koi yang berada di lokasi diperkirakan mencapai Rp11.250.000.Kegiatan berlangsung lancar dan meriah hingga penyerahan hadiah kepada para juara serta pembagian door prize. Penyelenggaraan Keeping Contest Jember Koi Club 2026 menjadi bukti bahwa sektor perikanan hias memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Kabupaten Jember.(ran)