Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Monev Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Digelar di Kecamatan Panti
- 20 Oktober 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Monev Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Digelar di Kecamatan Panti
JEMBER, 20 OKTOBER 2026 – Dalam upaya mengakselerasi pencapaian target penanganan masalah gizi buruk dan gangguan pertumbuhan anak, kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pencegahan dan Percepatan Pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting digelar secara intensif di Kecamatan Panti pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Kegiatan strategis ini menjadi wadah krusial untuk mengukur efektivitas intervensi yang telah dijalankan, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah taktis guna memastikan angka stunting di wilayah Kecamatan Panti dapat ditekan secara signifikan dan berkelanjutan.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida), tim medis dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Panti, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), jajaran Pemerintah Kecamatan Panti, serta para kader pembangunan manusia (KPM) dan kader Posyandu desa.
Sinergi antara Baperida sebagai unsur perencana dan evaluator kebijakan daerah, Puskesmas Panti sebagai garda terdepan intervensi spesifik kesehatan, serta PLKB yang mengawal intervensi sensitif pada pola asuh dan ketahanan keluarga, dinilai sebagai kunci utama dalam kesuksesan aksi konvergensi ini.
Dalam forum rapat monitoring dan evaluasi tersebut, Baperida memaparkan capaian data indikator Aksi Konvergensi Stunting yang telah direalisasikan di tiap desa. Pemaparan berfokus pada analisis data penimbangan balita, pemantauan status gizi ibu hamil, tingkat kehadiran masyarakat di Posyandu, hingga penyaluran bantuan pemenuhan gizi bagi keluarga risiko stunting. Sementara itu, pihak Puskesmas Panti dan PLKB menyampaikan laporan mengenai dinamika lapangan, termasuk tantangan edukasi masyarakat dan pemetaan keluarga sasaran secara presisi.
Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos., M.M., yang hadir memimpin langsung jalannya pembukaan dan diskusi Monev tersebut, memberikan apresiasi mendalam atas kerja keras seluruh tim gabungan yang tanpa kenal lelah terus mengawal kesehatan generasi muda di Kecamatan Panti.
Dalam arahannya, Hendra Kusuma menegaskan bahwa aksi konvergensi penurunan stunting tidak boleh sekadar menjadi gugatan rutinitas administratif atau formalitas program belaka. Menurutnya, stunting adalah ancaman nyata bagi masa depan kualitas sumber daya manusia di wilayahnya.
"Permasalahan stunting ini adalah urusan masa depan bangsa. Kita tidak bisa bekerja secara terkotak-kotak atau ego sektoral. Hadirnya Baperida, Puskesmas Panti, PLKB, hingga para kader di tingkat RT/RW dalam satu forum Monev ini menunjukkan komitmen kuat kita untuk menyatukan langkah. Aksi konvergensi artinya seluruh program intervensi, baik medis maupun sosial, harus menguncup dan menyasar keluarga yang benar-benar membutuhkan secara tepat," tegasnya.
Lebih lanjut, Hendra Kusuma menyoroti pentingnya keakuratan data dan pemantauan berkala sebagai landasan utama pengambilan keputusan di tingkat kecamatan maupun desa.
"Melalui kegiatan Monev pada tanggal 20 Oktober 2026 ini, saya minta seluruh data sasaran diintegrasikan secara transparan. Jika ada ibu hamil kekuragan energi kronis (KEK) atau balita dengan indikasi faltering growth (pertumbuhan terhambat), harus segera ditangani secara cepat oleh tim Puskesmas dan didampingi pola asuhnya oleh PLKB. Jangan sampai ada anak yang terlewat dari jangkauan layanan kita. Kesejahteraan masyarakat Panti ditentukan dari sejauh mana kita mampu menyelamatkan anak-anak kita dari bahaya stunting sejak dini," imbuhnya.
Melalui Monev Aksi Konvergensi Penurunan Stunting ini, dirumuskan pula sejumlah rekomendasi tindakan untuk sisa triwulan berjalan. Di antaranya adalah penguatan pendampingan bagi calon pengantin, pengawasan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta peningkatan efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal.
Dengan menguatnya komitmen dan koordinasi lintas sektor antara Baperida, Puskesmas Panti, PLKB, dan Pemerintah Kecamatan Panti, diharapkan Kecamatan Panti dapat mewujudkan lingkungan desa yang sehat, bebas stunting, serta melahirkan generasi penerus yang cerdas dan berkualitas tinggi. (jha)