logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Puger

Persiapan Simulasi Tanggap Bencana, Camat Puger Ajak Semua Pihak Bersatu Siap Hadapi Risiko

  • 09 September 2026
  • Dibaca 66 Kali
Bagikan Via:
persiapan-simulasi-tanggap-bencana-camat-puger-ajak-semua-pihak-bersatu-siap-hadapi-risiko-20260909

Persiapan Simulasi Tanggap Bencana, Camat Puger Ajak Semua Pihak Bersatu Siap Hadapi Risiko

JEMBER, 09 SEPTEMBER 2026 - Pemerintah Kecamatan Puger mematangkan persiapan pelaksanaan simulasi kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Puger.

Pembahasan yang digelar Rabu, 09 September 2026 itu dipimpin langsung Camat Puger Asrah Joyo Widono. Kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jember, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Pemerintah Desa Puger Kulon, Pemerintah Desa Puger Wetan, Sibat, kelompok siaga bencana Desa Tangguh Bencana (Destana), hingga kepala dusun serta ketua RT dan RW.

Turut hadir Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember Mariyani, S.Kom., M.M., Kepala Markas PMI Jember Imam Muslim Al Hariri, Aiptu Ronald dari Polsek Puger, perangkat Desa Puger Kulon dan Puger Wetan, serta koordinator latihan evakuasi komunitas dan penguatan kapasitas.

Dalam arahannya, Asrah menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus memiliki peran dan kemampuan dasar untuk merespons kondisi darurat.

“Bencana bisa datang kapan saja tanpa peringatan. Karena itu, kesiapan harus dibangun sejak dini, dilatih secara rutin, dan melibatkan semua lapisan masyarakat,” ujar Asrah.

Ia mengatakan, kesiapsiagaan tidak berhenti pada pemahaman mengenai tanda-tanda bahaya. Masyarakat juga perlu mengetahui cara melakukan evakuasi dengan aman, mengenali jalur penyelamatan, serta memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

Asrah juga menilai sinergi antarunsur menjadi kunci dalam menghadapi bencana. PMI dan BPBD memiliki kapasitas serta pengetahuan teknis, sedangkan pemerintah desa memahami kondisi wilayah, karakteristik lingkungan, serta warga yang membutuhkan perhatian khusus.

“Peran Sibat, Destana, serta para ketua RT dan RW juga sangat penting. Mereka berada paling dekat dengan masyarakat sehingga dapat menjadi pihak yang pertama mengetahui kondisi dan bergerak membantu warga di lingkungannya,” jelasnya.

Sementara itu, Mariyani memaparkan materi dan panduan teknis sebagai bekal pelaksanaan simulasi. Materi tersebut meliputi pengenalan potensi bahaya di wilayah, pembagian tugas saat terjadi bencana, penentuan jalur evakuasi, lokasi titik kumpul yang aman, hingga tata cara memberikan pertolongan pertama.

Melalui simulasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat yang sebenarnya. Warga didorong mampu bertindak secara tertib, cepat, dan tepat sesuai dengan peran masing-masing.

Kesiapsiagaan yang dibangun secara bersama-sama diharapkan dapat mengurangi risiko korban maupun kerugian akibat bencana sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat Puger dalam menghadapi kondisi darurat. (sar)

Galeri Foto