Plastik Jadi Modal, Kebun Jadi Pangan: Cerita SI CANTIK Saka Bakti Husada Bangsalsari
- 28 Agustus 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Plastik Jadi Modal, Kebun Jadi Pangan: Cerita SI CANTIK Saka Bakti Husada Bangsalsari
JEMBER, 28 AGUSTUS 2026 – Saka Bakti Husada bukan hanya tempat bagi remaja untuk mempelajari kesehatan. Di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, para anggotanya juga mengembangkan kegiatan yang menggabungkan kepedulian lingkungan, kreativitas, peternakan, pertanian, hingga pemberdayaan masyarakat melalui program SI CANTIK.
SI CANTIK merupakan singkatan dari Sistem Integrasi Cipta Pangan, Ternak, dan Industri Kreatif Berbasis Limbah. Program tersebut menjadi salah satu implementasi yang ditampilkan Saka Bakti Husada Bangsalsari dalam penilaian tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026 di Kecamatan Bangsalsari.Kamis (27/8/2026)
Ketua Saka Bakti Husada Bangsalsari, Muhammad Nailul Ghufron, menjelaskan bahwa Saka Bakti Husada merupakan satuan karya dalam Gerakan Pramuka yang bergerak di bidang kesehatan dan dibina bersama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember.
“Di sini kita mempelajari tentang penanggulangan penyakit, obat-obatan, lingkungan, dan banyak kegiatan lainnya. Kami juga turun ke lapangan ke Posyandu untuk membantu ibu-ibu Posyandu,” jelasnya.
Salah satu kegiatan yang saat ini dikembangkan adalah SI CANTIK. Program tersebut dimulai dengan mengajak warga mengumpulkan limbah plastik yang kemudian dipilah dan diolah oleh anggota menjadi berbagai produk seperti gantungan kunci dan mainan anak.
Produk tersebut kemudian dipasarkan di lingkungan sekolah dasar. Hasil penjualan tidak berhenti sebagai pemasukan, tetapi digunakan kembali sebagai modal untuk membeli bibit tanaman yang akan dikembangkan di lahan milik salah satu pengurus Saka Bakti Husada Bangsalsari.
Dari sana, kegiatan berlanjut ke pengelolaan kebun dan peternakan lele. Limbah dari peternakan lele dimanfaatkan kembali sebagai bahan kompos untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Saka Bakti Husada Bangsalsari juga menerima limbah organik berupa sisa makanan dari masyarakat untuk diolah menjadi kompos.
Dengan pola tersebut, kegiatan yang dilakukan dibuat saling terhubung. Limbah yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi, hasil penjualan digunakan untuk mendukung kegiatan kebun, sementara limbah dari peternakan dan sisa makanan kembali dimanfaatkan menjadi kompos.
Hasil dari kebun kemudian tidak hanya dimanfaatkan untuk anggota, tetapi juga disalurkan kepada masyarakat sekitar melalui kader-kader Posyandu.
“Program ini bukan hanya mengelola kebun, tetapi kita juga membuat produk dari limbah plastik yang dikumpulkan warga untuk kita olah menjadi produk daur ulang. Kami ingin limbah plastik ini tidak terbuang sia-sia,” ujar Nailul.
SI CANTIK sendiri mulai dijalankan sejak Februari 2026 dan saat ini melibatkan 39 anggota. Bagi Saka Bakti Husada Bangsalsari, kegiatan tersebut menjadi cara untuk memberikan ruang kepada remaja agar dapat mengembangkan ide sekaligus belajar melihat permasalahan di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan.
“Harapan kami, apa yang kami lakukan bisa menginspirasi anak-anak dan nantinya mereka tertarik untuk bergabung. Kami ingin Saka Bakti Husada menjadi wadah ide-ide cerdas anak-anak Kabupaten Jember,” katanya.
Saka Bakti Husada memiliki enam krida yang menjadi bidang pembelajaran anggotanya, yakni Krida Bina Lingkungan Sehat, Krida Bina Keluarga Sehat, Krida Penanggulangan Penyakit, Krida Bina Gizi, Krida Bina Obat, serta Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Melalui kegiatan yang dikembangkan di Bangsalsari, nilai-nilai tersebut tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi diterapkan dalam kegiatan nyata yang menyentuh lingkungan dan masyarakat.
Bagi remaja yang ingin belajar sekaligus terlibat dalam kegiatan kesehatan dan sosial, Saka Bakti Husada terbuka menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan kreativitas dan pengalaman. Remaja di masing-masing kecamatan dapat mencari informasi melalui Saka Bakti Husada di wilayahnya, sementara bagi remaja di Kecamatan Bangsalsari dapat mengenal kegiatannya melalui media sosial instagram @sakabaktihusadabangsalsari.nay