logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Pria 71 Tahun Hilang Diduga Terjatuh ke Sungai Bedadung, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

  • 15 Maret 2026
  • Dibaca 251 Kali
Bagikan Via:
pria-71-tahun-hilang-diduga-terjatuh-ke-sungai-bedadung-tim-sar-gabungan-lakukan-pencarian-20260315

Pria 71 Tahun Hilang Diduga Terjatuh ke Sungai Bedadung, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

JEMBER, 15 MARET 2026 - Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama sejumlah unsur SAR melakukan operasi pencarian terhadap seorang pria lanjut usia yang dilaporkan hilang di Sungai Bedadung, Dusun Curah Ancar, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Minggu, 15 Maret 2026.

Korban diketahui bernama M. Misno (71), warga Dusun Curah Ancar RT 003 RW 012, Desa Rambipuji. Ia diduga terjatuh ke sungai setelah sebelumnya berpamitan pergi mandi ke Sungai Bedadung yang berada di belakang rumahnya.

Berdasarkan laporan yang dihimpun petugas, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam perjalanan menuju sungai, korban sempat bertemu dengan seorang saksi bernama Dava (15), warga setempat. Namun korban tetap melanjutkan perjalanan menuju sungai.

Sekitar pukul 15.00 WIB, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat keluarga dan saksi berinisiatif melakukan pencarian di sekitar lokasi sungai. Saat melakukan penyisiran di tepi Sungai Bedadung, mereka hanya menemukan sandal milik korban.

Temuan tersebut kemudian menimbulkan dugaan bahwa korban terjatuh ke sungai. Peristiwa itu lalu dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan kepada Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Rambipuji, yang kemudian berkoordinasi dengan BPBD Jember dan unsur SAR lainnya.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, Kurnia Dwi Pria Bakti, mengatakan tim gabungan segera melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan dari warga.

“Kami langsung melakukan koordinasi dengan Pos Pencarian dan Pertolongan Jember. Tim gabungan kemudian dibagi menjadi tiga regu untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” kata Kurnia.

Ia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Bedadung menggunakan perahu karet serta melakukan pemantauan di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi korban jatuh.

Namun operasi pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil. Selain kondisi arus sungai yang cukup deras, cuaca hujan yang turun pada sore hari juga menjadi kendala bagi tim di lapangan.

“Kami belum berhasil menemukan korban. Operasi pencarian sementara dihentikan karena hujan deras dan akan dilanjutkan kembali pada Senin, 16 Maret 2026 mulai pukul 07.00 WIB,” ujarnya.

Posko operasi pencarian sementara didirikan di Kantor Desa Rambipuji untuk memudahkan koordinasi antar unsur yang terlibat.

Dalam operasi pencarian ini, sejumlah unsur turut dilibatkan, di antaranya BPBD Kabupaten Jember, Pos Pencarian dan Pertolongan Jember, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Rambipuji, Pemerintah Desa Rambipuji, Destana Rambipuji, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jember, Siluman Rescue, serta potensi SAR lainnya.

Tim gabungan berharap kondisi cuaca membaik agar proses pencarian dapat berjalan lebih maksimal pada hari berikutnya. (tgh)

Galeri Foto