Rakor Data PMKS, Jadi Momentum Kelurahan Kebonsari Benahi Data Sosial dan Percepat Penurunan Stunting
- 09 Juli 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
Rakor Data PMKS, Jadi Momentum Kelurahan Kebonsari Benahi Data Sosial dan Percepat Penurunan Stunting
JEMBER, 09 JULI 2026 – Kelurahan Kebonsari memanfaatkan Rapat Koordinasi (Rakor) Rutin Bidang Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Sumbersari sebagai momentum memperkuat validasi data sosial sekaligus menyelaraskan langkah percepatan penurunan stunting. Rakor yang digelar di Pendapa Kecamatan Sumbersari, Kamis 09 Juli 2026, menjadi forum evaluasi, sinkronisasi data, serta penyusunan strategi penanganan berbagai persoalan sosial dan kesehatan masyarakat secara terpadu.
Rakor dihadiri Sekretaris Kecamatan Sumbersari Oko Rudi Widodo, Kasi PMKS Kecamatan Sumbersari Nanang Hidayat, perwakilan Puskesmas Sumbersari dan Puskesmas Gladakpakem, seluruh lurah se-Kecamatan Sumbersari, unsur PLKB, PKH, TKSK, Puskesos, operator DTKS, bidan koordinator, kader Posyandu, serta pemangku kepentingan lainnya. Dari Kelurahan Kebonsari hadir Lurah Kebonsari Edy Hariyanto bersama Kasi PMKS Endro Sugiyanto, Puskesos Juriyanto, dan staf Kelurahan Kebonsari Agus Hariyanto.
Dalam rakor tersebut, pembahasan percepatan penurunan stunting menjadi salah satu agenda utama karena berkaitan erat dengan validitas data keluarga sasaran dan ketepatan pemberian intervensi pemerintah. Koordinator Balai KB Kecamatan Sumbersari, Alfin Horison, S.KM., M.M., memaparkan kondisi stunting di Kecamatan Sumbersari beserta data ibu hamil, balita, dan capaian pelayanan kesehatan pada wilayah kerja dua puskesmas.
Berdasarkan data yang dipaparkan, wilayah kerja Puskesmas Gladakpakem memiliki 237 ibu hamil, 127 ibu hamil berisiko tinggi, 179 balita, serta enam kasus kematian bayi (AKB). Sementara itu, Kelurahan Kebonsari mencatat 1.413 balita dengan 49 balita mengalami stunting atau sekitar 3,4 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan prevalensi stunting di tingkat Kecamatan Sumbersari yang mencapai 361 balita atau sekitar 5,3 persen.
Untuk mempercepat penurunan stunting, rakor menyepakati sejumlah strategi, di antaranya pendampingan dan pemeriksaan ibu hamil bersama dokter spesialis kandungan, layanan home care, skrining ibu hamil dan balita di Posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT), penyelenggaraan kelas ibu hamil, pendampingan rujukan balita stunting ke rumah sakit, pelaksanaan program DAHSAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), serta program G1200 yang melibatkan tenaga kesehatan dan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Lurah Kebonsari Edy Hariyanto mengatakan, rakor tidak hanya membahas penanganan stunting, tetapi juga menjadi forum penting untuk mengevaluasi dan menyempurnakan data PMKS sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
"Melalui rapat koordinasi ini kami melakukan evaluasi, sinkronisasi, dan penyempurnaan data penyandang masalah kesejahteraan sosial, mulai dari lansia, anak tidak sekolah, lansia tunggal, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga gelandangan dan pengemis. Berbagai kendala yang ditemukan di lapangan juga dibahas bersama untuk dicarikan solusi secara terpadu," ujar Edy.
Menurutnya, akurasi data merupakan kunci keberhasilan program kesejahteraan sosial maupun pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, Kelurahan Kebonsari akan terus memperbarui data PMKS melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar setiap intervensi pemerintah, baik dalam penanganan masalah sosial maupun percepatan penurunan stunting, dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan. (aji)