Regenerasi Kebun Tebu Mulai Disiapkan, Jember Dorong Produktivitas dari Akar Persoalan
- 26 Mei 2026
- Dibaca 120 Kali
Bagikan Via:
Regenerasi Kebun Tebu Mulai Disiapkan, Jember Dorong Produktivitas dari Akar Persoalan
JEMBER, 26 MEI 2026 - Pengembangan sektor tebu di Kabupaten Jember kini tidak lagi hanya berbicara soal luas lahan dan hasil panen. Pemerintah mulai menaruh perhatian pada persoalan yang lebih mendasar, yakni regenerasi tanaman tebu yang produktivitasnya terus menurun akibat usia tanaman yang sudah tua.
Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan diskusi Pengembangan Kawasan Perkebunan Tanaman Tebu Tahun Anggaran 2026 yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember di Taman Mangli Indah, Selasa 26 Mei 2026.
Dalam kegiatan itu, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak seperti PG Semboro, PG Glenmore, penyuluh pertanian lapangan, Katimker Kabupaten Jember, dan KPTR Mitra Usaha membahas percepatan CPCL penerima bantuan bongkar ratoon dan perluasan tanaman tebu di berbagai wilayah Jember.
Meski terlihat sebagai forum koordinasi biasa, pembahasan tersebut sebenarnya menjadi bagian penting dari upaya memperbarui kualitas perkebunan tebu daerah. Sebab, bongkar ratoon bukan sekadar mengganti tanaman lama, melainkan strategi regenerasi agar lahan tebu kembali produktif.
Tanaman tebu yang terlalu lama dipertahankan umumnya mengalami penurunan kualitas dan hasil produksi. Kondisi itu berdampak langsung pada pendapatan petani sekaligus pasokan bahan baku untuk industri gula.
Karena itu, proses penyusunan CPCL menjadi tahap krusial. Pemerintah harus memastikan lahan yang diusulkan benar-benar layak menerima program peremajaan agar bantuan yang diberikan tidak sia-sia.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., menyebut pengembangan tebu ke depan harus dibangun melalui kesiapan data dan kolaborasi seluruh pihak.
“Pengembangan kawasan tebu bukan hanya soal menambah luas tanam, tetapi juga bagaimana menjaga produktivitas dan keberlanjutan kebun tebu petani,” katanya.
Ia menilai keberhasilan program tebu tidak cukup hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Pendampingan penyuluh, kesiapan petani, hingga dukungan pabrik gula juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor ini.
Langkah percepatan yang dilakukan saat ini menunjukkan bahwa pengembangan pertanian modern tidak selalu dimulai dari alat dan teknologi besar. Dalam banyak kasus, keberhasilan justru dimulai dari ketepatan data, kesiapan lahan, dan koordinasi antar pihak yang terlibat.
Melalui upaya tersebut, Kabupaten Jember berusaha menata kembali fondasi sektor tebunya agar lebih siap menghadapi kebutuhan produksi gula pada masa mendatang. (fan)