Respon Instruksi Bupati Soal TPA Pakusari, TP-PKK Banjarsengon Bersama Puskesmas dan BSI Gerakkan Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis 3R dan 5 Pilar STBM
- 12 Juni 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
Respon Instruksi Bupati Soal TPA Pakusari, TP-PKK Banjarsengon Bersama Puskesmas dan BSI Gerakkan Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis 3R dan 5 Pilar STBM
JEMBER, 12 JUNI 2026 – TP-PKK Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Jember menyelenggarakan kegiatan Kesehatan Lingkungan bertema Pengelolaan Sampah pada Kamis, 11 Juni 2026 di Pendopo Banjarsengon. Kegiatan ini merespon peringatan Kementerian Lingkungan Hidup terkait kondisi kritis TPA Pakusari sekaligus menindaklanjuti instruksi Bupati Jember untuk gerakan olah sampah mandiri.
Kegiatan dibuka Lurah Banjarsengon, Sudik Haryon, S.Sos., M.Si. Beliau menegaskan TPA Pakusari sudah tidak mampu menampung sampah seperti sekarang. “Sampah harus selesai dari rumah. Kader PKK jadi ujung tombak perubahan di RT dan RW. Kalau ibu-ibu bergerak, Banjarsengon bisa jadi percontohan,” tegasnya. Ketua TP-PKK, Henry Wulandari, A.Md.Keb., menargetkan setiap RW punya bank sampah aktif. “Ini program Pokja IV. Hari ini kami bekali kader agar bisa menggerakkan warga,” ujarnya.
Erik Gunawan, perwakilan Puskesmas Banjarsengon, menyampaikan dasar kegiatan ini. “Kemarin sudah ada peringatan langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup. TPA Pakusari kita sudah tidak mampu lagi menampung sampah seperti sekarang. Karena itu, Bupati Jember Gus Wahaid menginstruksikan seluruh warga Jember, termasuk Puskesmas, untuk mulai mengolah sampah secara mandiri dengan prinsip 3R: Reduce, Reuse, Recycle,” paparnya.
Erik mengajak ibu-ibu PKK mulai dari hal kecil. “Reduce: Kurangi pakai kresek. Bawa tas belanja sendiri. Reuse: Kresek bekas dilipat, dipakai lagi. Recycle: Pilah botol, kardus, kertas. Kumpulkan di boks puskesmas atau bank sampah. Nanti teknis detail 3R akan dijelaskan petugas kami. Ingat, mengelola sampah sama dengan menjaga kesehatan, dan bisa jadi tabungan,” ajaknya.
Rica Risqi Kinanti Wulan, A.Md.KL., PJ Kesling sekaligus Sanitarian Puskesmas Banjarsengon, mengaitkan program pilah sampah dengan 5 Pilar Utama STBM. “Keberhasilan program STBM dicapai dengan menjalankan lima perilaku inti. Pertama, Stop BABS: Menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan untuk mencegah pencemaran lingkungan. Kedua, CTPS: Membiasakan cuci tangan pakai sabun di air mengalir agar terhindar dari kuman dan penyakit. Ketiga, Air & Makanan: Mengelola air minum dan makanan secara aman dan higienis. Keempat, Sampah: Memilah dan mengelola sampah rumah tangga dengan benar. Kelima, Limbah Cair: Mengelola limbah cair rumah tangga untuk menghindari genangan yang memicu sarang penyakit,” jelasnya.
Menurut Rica, pilar keempat yaitu pengelolaan sampah menjadi kunci menekan timbulan ke TPA. “Timbulan sampah di Banjarsengon didominasi plastik dan organik. Kalau kader PKK bisa gerakkan warga pilah dari rumah dan komposting skala rumah tangga, beban TPA Pakusari pasti berkurang,” tambahnya.
Bapak Imam dari Bank Sampah BSI hadir sebagai mitra dalam pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.(sgk)