Respon Keluhan Warga Mumbulsari, Gus Fawait Tinjau Langsung Titik Banjir di Pasar Mumbul
- 07 April 2026
- Dibaca 172 Kali
Bagikan Via:
Respon Keluhan Warga Mumbulsari, Gus Fawait Tinjau Langsung Titik Banjir di Pasar Mumbul
JEMBER, 7 APRIL 2026 – Program unggulan "Bunga Desaku" (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang diinisiasi Bupati Jember, Muhammad Fawait, di Balai Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, berlanjut ke sesi pendalaman aspirasi. Dalam sesi follow-up yang berlangsung interaktif pada Senin, 06 April 2026 tersebut, fokus utama beralih dari seremonial silaturahmi menuju pemetaan masalah infrastruktur wilayah dan penguatan peran perangkat basis.
Gus Fawait, sapaan akrab Muhammad Fawait, menegaskan bahwa kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember hingga ke pelosok desa bertujuan untuk mendobrak kebuntuan komunikasi yang selama ini sering terhambat oleh sekat-sekat birokrasi.
Dalam sesi dialog yang dihadiri seribu orang tersebut, Gus Fawait menyatakan bahwa arah pembangunan Jember tidak boleh hanya ditentukan oleh kelompok tertentu di pusat kota. Ia menginginkan usulan pembangunan lahir dari mereka yang bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat setiap harinya.
"Kami ingin serap aspirasi. Karena jangan sampai Pemkab Jember ini yang mengusulkan orang itu-itu saja, yang mengusulkan hanya elit-elit saja, betul?" ujar Gus Fawait yang langsung disambut seruan setuju dari ratusan kader yang hadir.
Bagi Bupati, kader Posyandu dan pengurus RT/RW bukan sekadar pelengkap struktur pemerintahan, melainkan fondasi utama.
"Maka kader Posyandu dan RT/RW yang menjadi ujung tonggak pemerintahan Kabupaten Jember juga harus didengarkan. Inilah tujuan dari program Bunga Desaku," tambahnya.
Ia menekankan bahwa melalui forum ini, kebijakan yang diambil Pemkab ke depan akan lebih berbasis pada data lapangan (bottom-up) daripada sekadar asumsi di meja kantor.
Sesi serap aspirasi tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh warga untuk menyampaikan keluhan yang selama ini belum terakomodasi. Salah satunya datang dari Amiruddin, seorang warga Mumbulsari, yang naik ke podium untuk berbicara langsung di hadapan Bupati dan segenap jajaran Kepala OPD.
Amiruddin mengawali penyampaiannya dengan memberikan apresiasi terhadap terobosan-terobosan yang dilakukan Gus Fawait, termasuk aktivasi Bandara Notohadinegoro dan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mulai dirasakan manfaatnya. Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai ketimpangan infrastruktur di wilayah pinggiran.
"Sebagai warga masyarakat Jember, saya sangat mengapresiasi atas program-programnya Gus Fawait, termasuk dengan adanya bandara, dan program-program yang terlaksanakan," kata Amiruddin.
Namun, ia langsung menodong Bupati dengan persoalan klasik di wilayahnya yang hingga kini belum tuntas.
"Namun beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti infrastruktur yang lain, contohnya di Kecamatan Mumbulsari ini sering banjir di perempatan Pasar Mumbul. Jadi mohon ditindaklanjuti, Gus," pinta Amiruddin.
Masalah genangan air di area pasar tersebut dinilai warga sangat mengganggu roda ekonomi lokal, terutama saat intensitas hujan tinggi, yang mengakibatkan akses transportasi terhambat dan merusak komoditas dagangan warga.
Menanggapi permintaan tersebut Gus Fawait mengungkapkan akan meninjau langsung jembatan tersebut, dan akan mengkoordinasikan dengan pihak terkait. (nov)