logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sasar 1.700 Siswa Baru, BPBD Jember Massifkan Edukasi Mitigasi Bencana di Momentum MPLS

  • 14 Juli 2026
  • Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
sasar-1700-siswa-baru-bpbd-jember-massifkan-edukasi-mitigasi-bencana-di-momentum-mpls-20260714

Sasar 1.700 Siswa Baru, BPBD Jember Massifkan Edukasi Mitigasi Bencana di Momentum MPLS

JEMBER, 14 JULI 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bergerak cepat memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak dini.

Pada Selasa, 14 Juli 2026, tim BPBD diterjunkan secara serentak untuk memberikan edukasi kebencanaan di delapan sekolah yang tersebar di enam kecamatan, yakni Patrang, Arjasa, Tempurejo, Mumbulsari, Balung, dan Tanggul.

Langkah responsif ini merupakan tindak lanjut atas permohonan pihak sekolah yang mengundang BPBD Jember sebagai narasumber strategis dalam rangkaian MPLS. Sebanyak tujuh personel berkompeten dibagikan tugas secara efektif di delapan titik, meliputi SMPN 7 Jember, SMPN 1 Arjasa, SMAN 1 Arjasa, SMPS Al-Maufi Tempurejo, SMAN 1 Mumbulsari, SMP Unggulan Terpadu Al Hikmah Balung, SMAN 1 Tanggul, serta SMPN 1 Mumbulsari.

Lebih dari 1.700 siswa baru terlibat aktif dalam edukasi massal ini. Para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai tugas pokok dan fungsi BPBD, pengetahuan dasar kebencanaan, pemetaan potensi bencana lokal di Kabupaten Jember, hingga simulasi taktis penyelamatan diri serta evakuasi mandiri saat menghadapi ancaman gempa bumi di lingkungan sekolah.

Agar materi mudah dipahami, BPBD Jember menerapkan metode komunikasi interaktif melalui ruang diskusi, sesi tanya jawab, dan visualisasi video simulasi bencana di satuan pendidikan. Pendekatan persuasif ini berhasil membuka kesadaran para pelajar bahwa ancaman bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga keterampilan self-saving (penyelamatan diri) menjadi kompetensi wajib sebelum bantuan eksternal tiba.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa edukasi kebencanaan di awal tahun ajaran baru merupakan investasi kemanusiaan jangka panjang demi mencetak generasi yang tangguh dan tanggap bencana.

"Melalui MPLS, kami ingin membangun paradigma baru bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Dengan memahami potensi risiko dan menguasai prosedur evakuasi yang valid, kita dapat meminimalkan fatalitas korban apabila terjadi kondisi darurat, baik di lingkungan sekolah maupun di tempat tinggal mereka," ujar Maryani.

Maryani juga mengapresiasi antusiasme tinggi para siswa baru yang kritis selama sesi diskusi. Menurutnya, respons positif ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap urgensi mitigasi sebagai bagian dari budaya keselamatan terintegrasi.

Seluruh rangkaian kegiatan edukasi serentak ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Melalui inisiasi ini, BPBD Jember berkomitmen tidak hanya berhenti pada momentum MPLS, melainkan mendorong keberlanjutan program melalui latihan evakuasi berkala dan pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Langkah ini diharapkan mampu mentransformasi sekolah-sekolah di Jember menjadi ruang belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga aman, adaptif, dan siap menghadapi potensi bencana. (tgh)

Galeri Foto