logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Satu Penghargaan Jadi Pemantik, DinsosPPPA Jember Motivasi Bidang Lain Kejar IGA

  • 11 Mei 2026
  • Dibaca 137 Kali
Bagikan Via:
satu-penghargaan-jadi-pemantik-dinsospppa-jember-motivasi-bidang-lain-kejar-iga-20260512

Satu Penghargaan Jadi Pemantik, DinsosPPPA Jember Motivasi Bidang Lain Kejar IGA

JEMBER, 11 MEI 2026 - Dalam apel pagi rutin tersebut, bertindak sebagai komandan upacara Sekretaris Dinsos Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jember, Sri Rahayu Wilujeng, S.E.,M.M menyampaikan sejumlah arahan penting kepada seluruh peserta apel.

Salah satu poin yang ditekankan adalah soal ketertiban penggunaan kendaraan dinas. Ia menegaskan bahwa kendaraan dinas hanya boleh digunakan untuk keperluan kedinasan, bukan kepentingan pribadi. Pemeriksaan berkala, pendataan pengguna, serta pemastian kondisi fisik dan kelengkapan administrasi kendaraan menjadi hal yang wajib dijalankan secara konsisten.

Dinsos PPPA Kabupaten Jember menggelar apel pagi rutin pada Senin, 11 Mei 2026, pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang diikuti seluruh ASN Dinsos PPPA Jember itu berlangsung di halaman Kantor DinsosPPPA Gedung B, Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates. Selain soal kendaraan dinas, apel pagi itu juga diwarnai kabar membanggakan.

Dinsos PPPA Jember berhasil menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Penghargaan itu merupakan pengakuan atas inovasi dari fungsi perlindungan perempuan dan anak yang sebelumnya berada di bawah DP3AKB, sebelum akhirnya dilebur menjadi satu atap dalam Dinsos PPPA Jember.

Pada ajang IGA Kabupaten Jember menempatkan 12 instansi sebagai penerima penghargaan tersebut. "Alhamdulillah, sebenarnya penghargaan untuk DP3AKB dari Kemendagri terkait IGA, tapi karena UPTD PPA sudah bergabung dengan Dinas Sosial, jadi Dinsos PPPA Jember yang mewakili penerimaannya," kata Sri Rahayu Wilujeng yang biasa disapa Ajeng.

Ia juga mendorong bidang-bidang lain serta UPTD Liposos untuk mengikuti jejak yang sama pada periode IGA berikutnya. Menurutnya, kelemahan selama ini hanya terletak pada sisi administrasi dan dokumentasi, bukan pada kualitas kegiatan yang sesungguhnya sudah berjalan dengan baik di lapangan. Dengan pembenahan administrasi yang lebih tertib, peluang meraih penghargaan serupa di masa mendatang terbuka lebar.

"Sebenarnya kegiatan dan tindakan yang kita lakukan sudah bagus. Kelemahan kita selama ini hanya di administrasi dan dokumentasi. Kalau itu kita tertibkan mulai sekarang, kita sudah punya modal yang kuat untuk mengikuti IGA yang akan datang," ujarnya.

Ia juga mendorong UPTD Perlindungan Anak untuk mendampingi bidang-bidang lain agar bisa bersama-sama mengikuti IGA pada periode mendatang. "Syukur-syukur UPTD PPA tetap bisa ikut lagi sehingga bisa mempertahankan penghargaan yang sudah diraih tentunya dengan inovasi yang lebih bagus lg. (rou)

Galeri Foto