Sepuluh Pertemuan, Banyak Cerita: Erni Bawa Semangat Selantang Bages Setelah Wisuda
- 02 September 2026
- Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
Sepuluh Pertemuan, Banyak Cerita: Erni Bawa Semangat Selantang Bages Setelah Wisuda
JEMBER, 02 SEPTEMBER 2026 – Sepuluh kali pertemuan mungkin terdengar singkat. Namun bagi Erni, salah satu peserta Wisuda S2 Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Bages (Bahagia, Gembira, Sukacita), waktu tersebut menyimpan banyak cerita.
Erni menjadi salah satu dari 81 peserta yang mengikuti prosesi Wisuda Selantang Bages di RRI Jember, Rabu 02 September 2026. Tahun ini, sebanyak 30 peserta menyelesaikan jenjang S1, 26 peserta S2, dan 25 peserta S3.
Bagi Erni, mengikuti Selantang bukan sekadar mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan sepuluh kali pertemuan. Di dalamnya ada tawa, kebersamaan, latihan, hingga perjuangan yang membuat setiap proses terasa berharga.
“Sepuluh kali pertemuan yang mengasyikkan, dan sepuluh proses di Selantang Bages mungkin terasa singkat, tetapi di dalamnya ada begitu banyak cerita, tawa, ikhlas, perjuangan menghadapi latihan, dan kebersamaan,” tutur Erni.
Menurutnya, pengalaman selama mengikuti Selantang menjadi bagian yang akan dirindukan. Berbagai kegiatan yang dilakukan bersama membuat para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar, tetapi juga membangun relasi dan kebersamaan dengan sesama lansia.
“Ketika kita berproses menjadi lansia semangat, suatu saat nanti kita akan rindukan. Meskipun usia kita tak lagi muda, saya berharap semangat teman-teman tetap harus terjaga,” lanjutnya.
Bagi Erni, wisuda bukan sekadar penanda bahwa dirinya telah menyelesaikan jenjang S2. Lebih dari itu, wisuda menjadi momentum untuk membawa semangat belajar dan berkegiatan ke kehidupan sehari-hari.
Ia berharap para peserta Selantang tidak berhenti beraktivitas setelah menyelesaikan pendidikan. Kebersamaan yang telah terbangun selama proses pembelajaran diharapkan tetap terjaga melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan masing-masing.
Semangat Erni menjadi gambaran bahwa bertambahnya usia tidak harus membuat seseorang berhenti bergerak. Justru melalui Selantang, para lansia memiliki ruang untuk terus belajar, bersosialisasi, menjaga kesehatan, serta menikmati masa lanjut usia dengan penuh semangat.
Wisuda tersebut pun menjadi pengingat bahwa belajar tidak mengenal batas usia. Bagi para peserta, setiap pertemuan bukan hanya menghadirkan pengetahuan baru, tetapi juga kesempatan untuk tetap aktif, produktif, dan bahagia bersama. (nay)