logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Sinergi Bintorice Unej dan Puskesmas Banjarsengon, Sulap Pangan Lokal Jadi Penangkal Diabetes

  • 08 Juli 2026
  • Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
sinergi-bintorice-unej-dan-puskesmas-banjarsengon-sulap-pangan-lokal-jadi-penangkal-diabetes-20260708

Sinergi Bintorice Unej dan Puskesmas Banjarsengon, Sulap Pangan Lokal Jadi Penangkal Diabetes

JEMBER, 08 JULI 2026 – Dalam upaya mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan mandiri, tim Promahadesa Bintoro melalui program inovatif Bintorice Universitas Jember (Unej) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Puskesmas Banjarsengon pada Rabu, 08 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Banjarsengon ini menjadi aksi nyata dalam mencegah penyakit diabetes melitus (DM) tipe 2 melalui integrasi inovasi pangan lokal dan deteksi dini kesehatan masyarakat.

Program Bintorice Unej membawa terobosan berupa pengembangan beras analog berbahan dasar mocaf (tepung singkong termodifikasi), jagung, dan kacang hijau yang diinisiasi oleh mahasiswa. Inovasi pangan sehat ini dirancang khusus sebagai langkah preventif terhadap penyakit degeneratif seperti diabetes. Kehadiran program ini langsung memantik antusiasme tinggi dari warga, khususnya para kader kesehatan dan penyandang diabetes yang telah memadati lokasi sejak pagi hari.

Rangkaian acara diawali dengan skrining kesehatan berupa pemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah bagi seluruh peserta. Untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya aktivitas fisik, kegiatan dilanjutkan dengan senam bugar dan jalan sehat bersama di sekitar area puskesmas. Setelah beraktivitas fisik, dilakukan pengecekan tekanan darah kedua untuk memantau respons tubuh peserta, yang kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif mengenai pola hidup sehat.

Lurah Bintoro, Pairi, S.T., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif taktis dari para mahasiswa ini. "Kami mendukung penuh kolaborasi antara Promahadesa Bintoro dan Puskesmas Banjarsengon. Langkah ini sangat strategis karena tidak hanya menyediakan layanan pemeriksaan gratis, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang urgensi inovasi pangan lokal demi investasi kesehatan jangka panjang. Semoga program ini berkelanjutan dan berdampak masif," ujar Pairi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (Kasi PMKS) Kelurahan Bintoro, Assyifa Minggu, S.I.P., menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor antara akademisi dan instansi kesehatan. Menurutnya, Bintorice Unej berhasil mempercepat pemahaman warga mengenai risiko DM tipe 2 secara praktis. Ia berharap kesadaran akan deteksi dini dan pola makan sehat ini terus mengakar di masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana integrasi antara riset perguruan tinggi, layanan kesehatan masyarakat, dan dukungan penuh pemerintah tingkat kelurahan mampu menciptakan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan. Ke depan, hilirisasi inovasi beras analog Bintorice Unej diharapkan dapat segera diimplementasikan secara luas sebagai motor penggerak ekonomi lokal sekaligus peningkatan kualitas hidup warga. (fzr)

Galeri Foto