Sinergi Membangun Desa, Kecamatan Arjasa Sambut Mahasiswa KKN Kolaboratif Tahun 2026
- 21 Juli 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Membangun Desa, Kecamatan Arjasa Sambut Mahasiswa KKN Kolaboratif Tahun 2026
JEMBER, 20 JULI 2026 – Pemerintah Kecamatan Arjasa secara resmi menyambut kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif pada Senin, 20 Juli 2026 yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama 35 hari di enam desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Arjasa.
Kegiatan penyambutan yang berlangsung di Aula Kecamatan Arjasa tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Arjasa, perwakilan perguruan tinggi, dosen pembimbing lapangan, sekertaris desa, serta seluruh mahasiswa peserta KKN Kolaboratif. Dalam kesempatan itu, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai kondisi wilayah, karakteristik masyarakat, hingga berbagai isu strategis yang menjadi fokus pembangunan di Kecamatan Arjasa.
Sebanyak enam tim mahasiswa diterjunkan ke enam desa, yakni Desa Arjasa, Biting, Candijati, Darsono, Kamal, dan Kemuning Lor. Selama masa pengabdian, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah desa dalam menghadirkan inovasi, edukasi, serta solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pelaksanaan KKN Kolaboratif tahun ini mengusung tiga fokus utama yang selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Jember, yaitu pengentasan kemiskinan, penanganan isu persampahan, serta dukungan terhadap Program Universal Health Coverage (UHC) atau layanan kesehatan gratis. Ketiga tema tersebut dipilih sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Dalam arahannya, Sekretaris Kecamatan Arjasa Satriyo, S.Pd. menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
"Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKN Kolaboratif di Kecamatan Arjasa. Manfaatkan 35 hari ini untuk belajar langsung bersama masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui program-program yang menyentuh kebutuhan warga. Tiga tema yang diangkat, yaitu pengentasan kemiskinan, penanganan sampah, dan penguatan edukasi UHC, merupakan isu yang sangat relevan. Kami berharap mahasiswa mampu menjadi penggerak perubahan, menghadirkan inovasi, serta membangun sinergi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat," ujar Satriyo.
Ia juga mengajak seluruh pemerintah desa untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa agar setiap kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dialog antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan KKN. Para mahasiswa juga diberikan gambaran mengenai potensi desa yang dapat dikembangkan, sekaligus tantangan yang membutuhkan perhatian melalui pendekatan inovatif dan partisipatif.
Melalui pelaksanaan KKN Kolaboratif ini, diharapkan lahir berbagai program yang mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akses layanan kesehatan melalui Program UHC. Dengan sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat, pengabdian selama 35 hari ini diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman belajar yang berharga, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat di enam desa di Kecamatan Arjasa. (aza)