Studi Tiru ke Surabaya, Dispendik Jember Genjot Transformasi Layanan PTSP Pendidikan
- 21 April 2026
- Dibaca 167 Kali
Bagikan Via:
Studi Tiru ke Surabaya, Dispendik Jember Genjot Transformasi Layanan PTSP Pendidikan
JEMBER, 21 JEMBER 2026 - Dinas Pendidikan Kabupaten Jember melakukan studi tiru (benchmark) Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Selasa 21 April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi layanan publik di sektor pendidikan agar lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan diawali dengan apel pemberangkatan yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono. Apel tersebut diikuti jajaran pejabat strategis, mulai dari kepala bidang SD yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) PAUD dan PNF, kepala bidang SMP, kepala bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), hingga unsur sekretariat dan staf.
Keterlibatan lintas bidang ini menunjukkan keseriusan Dispendik Jember dalam membenahi sistem pelayanan secara menyeluruh, khususnya melalui penguatan PTSP yang terintegrasi.
Dalam amanatnya, Arief menegaskan studi tiru ini bukan sekadar kunjungan, melainkan langkah strategis untuk menyerap praktik baik dari daerah yang dinilai berhasil.
“Ini bukan kunjungan biasa. Kita ingin belajar langsung dan mengadopsi hal-hal positif agar layanan pendidikan di Jember semakin cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Arief.
Ia menambahkan, tuntutan pelayanan publik saat ini mengharuskan adanya inovasi berkelanjutan, termasuk dalam pemanfaatan teknologi informasi.
“Pelayanan tidak hanya soal sistem, tetapi juga komitmen dan pola pikir sebagai pelayan masyarakat. Kita harus responsif, solutif, dan berorientasi pada kepuasan publik,” katanya.
PTSP sendiri merupakan konsep pelayanan terintegrasi dalam satu sistem, sehingga masyarakat tidak perlu berpindah-pindah untuk mengurus administrasi. Skema ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepastian layanan.
Kota Surabaya dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai berhasil menghadirkan layanan publik yang modern dan inovatif, termasuk di sektor pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Dispendik Jember melakukan observasi langsung terhadap mekanisme layanan PTSP, mulai dari penerimaan berkas, pengelolaan antrean, hingga penyelesaian administrasi. Mereka juga mendapat paparan terkait digitalisasi layanan yang memudahkan masyarakat mengakses informasi dan mengajukan permohonan secara daring.
Diskusi interaktif antara kedua instansi turut menjadi agenda penting. Berbagai praktik terbaik dibagikan, termasuk strategi menjaga kualitas layanan, sistem monitoring dan evaluasi, serta komunikasi publik yang efektif.
Arief berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran tersebut di unit kerja masing-masing.
“Saya ingin sepulang dari sini kita membawa semangat perubahan. Apa yang dipelajari harus bisa diterapkan agar masyarakat merasakan langsung peningkatan kualitas layanan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarbidang dalam mewujudkan pelayanan terpadu yang efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi di lingkungan Dispendik Jember. Pelayanan prima diharapkan tidak hanya menjadi target, tetapi juga budaya kerja yang terus dijaga.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian rombongan antara lain standar operasional prosedur (SOP), integrasi sistem layanan, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kecepatan dan transparansi pelayanan.
Melalui studi tiru ini, Dispendik Jember menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih profesional, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ke depan, implementasi PTSP di Jember ditargetkan semakin optimal sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik. (hz)