logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Sedalam 10 Meter Mengering, 40 KK di Tegal Gede Jember Kembali Dapat 5.000 Liter Air

  • 22 September 2026
  • Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
sumur-sedalam-10-meter-mengering-40-kk-di-tegal-gede-jember-kembali-dapat-5000-liter-air-20260922

Sumur Sedalam 10 Meter Mengering, 40 KK di Tegal Gede Jember Kembali Dapat 5.000 Liter Air

JEMBER – Kekeringan masih menjadi persoalan bagi warga RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Jember. Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) terdampak setelah sejumlah sumur warga mulai mengering sejak Juli 2026.

Kondisi tersebut membuat warga membutuhkan bantuan air bersih. Terlebih, sumber mata air terdekat berada sekitar 1 kilometer dari permukiman, sehingga akses terhadap air untuk kebutuhan sehari-hari menjadi semakin terbatas.

Sumur-sumur warga yang selama ini menjadi salah satu sumber utama air memiliki kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter. Namun, memasuki musim kemarau, beberapa sumur mulai mengalami kekeringan sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga secara normal.

Menindaklanjuti permohonan bantuan dari Kelurahan Tegal Gede, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bersama BPBD Provinsi Jawa Timur melakukan pendampingan distribusi air bersih pada Senin (21/9/2026).

Tim bergerak menuju lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah melakukan koordinasi dengan perangkat lingkungan dan warga, distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter dilakukan dan ditampung pada tandon milik warga yang telah disiapkan.

TRC BPBD Jember M. Qoidul Umam mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.

“Dengan mulai mengeringnya sejumlah sumur warga dan jarak sumber mata air yang cukup jauh, distribusi air bersih menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau,” ujar Qoidul.

Warga sebenarnya telah menyiapkan sarana penampungan untuk mendukung distribusi. Tersedia satu unit tandon berkapasitas 5.000 liter milik warga yang dapat digunakan sebagai tempat penampungan air bersih.

Selain melakukan distribusi, petugas juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Edukasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi dampak kekeringan yang masih berlangsung.

Distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari penanganan dampak bencana kekeringan yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

Hingga kegiatan selesai, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Tidak terdapat kendala dalam proses pendistribusian air bersih yang melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Jember, RT/RW, serta masyarakat.

BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih kembali dilakukan secara berkala dengan volume 5.000 liter setiap dua hari sekali. Pola distribusi tersebut disiapkan untuk menjaga ketersediaan air bagi warga apabila kondisi sumur belum kembali normal.

Di sisi lain, BPBD juga meneruskan kondisi tersebut kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Langkah tersebut diperlukan agar penanganan kekeringan tidak hanya berhenti pada bantuan air bersih, tetapi juga dapat diarahkan pada penanganan kebutuhan air masyarakat secara berkelanjutan.

Bagi 40 KK di Tegal Gede, keberadaan tandon 5.000 liter kini menjadi salah satu penyangga kebutuhan air di tengah sumur yang mulai kehilangan debit. Selama musim kemarau masih berlangsung, distribusi berkala menjadi salah satu upaya untuk memastikan warga tetap memperoleh akses air bersih. (bob)

Galeri Foto