Tak Bisa Berjalan, Lima Lansia Terima Jaslut di Rumah
- 27 Juni 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
Tak Bisa Berjalan, Lima Lansia Terima Jaslut di Rumah
JEMBER, 27 JUNI 2026 – Komitmen memastikan bantuan sosial diterima oleh seluruh penerima manfaat ditunjukkan Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Wuluhan, Nur Koyyin. Sebanyak lima lanjut usia (lansia) penerima Program Jaminan Sosial Lanjut Usia (Jaslut) yang tidak dapat menghadiri penyaluran bantuan di Pendopo Kecamatan Wuluhan tetap menerima haknya melalui layanan pengantaran langsung ke rumah, Senin, 22 Juni 2026.
Pengantaran dilakukan usai kegiatan penyaluran bantuan Jaslut di Pendopo Kecamatan Wuluhan yang berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Langkah tersebut diambil karena kelima penerima manfaat mengalami keterbatasan fisik sehingga tidak memungkinkan datang ke lokasi penyaluran.
Sebagian penerima manfaat diketahui sedang sakit, sedangkan lainnya mengalami gangguan mobilitas akibat faktor usia. Bahkan, seorang lansia hanya mampu berpindah tempat dengan cara merangkak sehingga tidak memungkinkan melakukan perjalanan menuju lokasi pembagian bantuan.
Nur Koyyin mengatakan, pengantaran bantuan secara langsung merupakan bentuk pelayanan sekaligus kepedulian kepada para lansia yang membutuhkan perhatian lebih. Menurutnya, seluruh penerima manfaat memiliki hak yang sama untuk memperoleh bantuan, meskipun terkendala kondisi kesehatan maupun keterbatasan fisik.
"Ini bukan sekadar menjalankan tugas sebagai pendamping sosial, tetapi juga bentuk kepedulian kepada para lansia yang membutuhkan. Ada kebahagiaan tersendiri ketika mengantarkan bantuan ke rumah mereka. Kami selalu disambut dengan senyum bahagia dan rasa syukur yang terpancar dari wajah para penerima manfaat," ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan jemput bola menjadi solusi agar bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Selain memastikan bantuan diterima langsung oleh penerima manfaat, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi para lansia secara langsung.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari Kepala Seksi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Wuluhan, Heryani, S.E. Menurutnya, pelayanan yang diberikan pendamping sosial mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada kelompok masyarakat yang rentan.
Heryani menjelaskan bahwa bantuan Jaslut memiliki peran penting dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar para lansia. Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan pokok maupun membantu biaya pengobatan sehingga meringankan beban ekonomi penerima manfaat.
"Kami mengapresiasi kepedulian pendamping sosial yang bersedia mengantarkan bantuan langsung ke rumah penerima manfaat. Langkah ini memastikan para lansia yang sakit maupun memiliki keterbatasan mobilitas tetap memperoleh haknya. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun keperluan berobat," katanya.
Pelayanan pengantaran bantuan ke rumah menjadi wujud nyata bahwa penyaluran bantuan sosial tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan. Kehadiran pendamping sosial di tengah para lansia memberikan kepastian bahwa negara tetap hadir melayani masyarakat yang paling membutuhkan.
Melalui pelayanan tersebut, diharapkan tidak ada lagi penerima manfaat yang kehilangan haknya hanya karena keterbatasan kondisi fisik. Pendekatan yang mengutamakan kepedulian dan pelayanan langsung juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesejahteraan sosial di Kecamatan Wuluhan. (riz)