Tak Bisa Datang ke Puskesmas, Lansia Jelbuk Tetap Terlayani Homecare dan Telemedicine
- 05 Oktober 2026
- Dibaca 49 Kali
Bagikan Via:
Tak Bisa Datang ke Puskesmas, Lansia Jelbuk Tetap Terlayani Homecare dan Telemedicine
JEMBER, 05 OKTOBER 2026 – Keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan tidak menjadi penghalang bagi lansia di Kecamatan Jelbuk untuk mendapatkan pelayanan. Melalui Homecare yang dipadukan dengan telemedicine, tenaga kesehatan mendatangi langsung warga yang membutuhkan sekaligus memastikan kondisi pasien dapat dikonsultasikan dengan dokter.
Pendekatan tersebut diterapkan dalam kunjungan Homecare di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Minggu, 04 Oktober 2026. Bupati Jember, dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., bersama jajaran Dinas Kesehatan PPKB dan Puskesmas Jelbuk mengunjungi dua lansia, yakni Ibu Misti, 75 tahun, penyandang disabilitas tuna netra, dan Ibu Bebun, 86 tahun, yang merupakan lansia tunggal.
Bagi sasaran seperti Ibu Misti, keterbatasan kondisi fisik membuat akses menuju fasilitas kesehatan tidak selalu mudah. Karena itu, pelayanan tidak berhenti pada kedatangan tenaga kesehatan ke rumah. Konsultasi dengan dokter juga dilakukan melalui telemedicine untuk membantu tenaga kesehatan mendapatkan arahan medis terkait kondisi lansia tersebut.
Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida, S.Tr.Keb., mengatakan Homecare memang ditujukan bagi warga yang tidak dapat datang ke Puskesmas karena kendala akses. Kunjungan dilakukan secara berkala sehingga kondisi sasaran dapat terus dipantau.
“Untuk sasaran yang tidak bisa datang ke Puskesmas karena kendala akses, kami datangi setiap bulan. Kami sudah melakukan kunjungan sejak Agustus dan saat ini sudah kunjungan yang ketiga,” ujarnya.
Menurut Machus, keberadaan telemedicine membantu memperluas pilihan pelayanan ketika pasien memiliki keterbatasan untuk datang langsung. Melalui konsultasi jarak jauh, kondisi pasien dapat dibahas bersama dokter sehingga pelayanan yang diberikan di lapangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Jember, Deni Irawan, S.Sos., mengatakan perhatian pemerintah terhadap lansia tidak hanya menyangkut aspek kesehatan, tetapi juga kondisi tempat tinggal.
“Kami bersama Gus Bupati melakukan kunjungan Homecare pada lansia tunggal. Yang menjadi perhatian pemerintah adalah kondisi kesehatan dan rumah layak huni,” katanya.
Bupati Jember, dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan Homecare merupakan upaya mendekatkan pelayanan kepada warga yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
“Melalui Homecare, kami terus berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga, terutama yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan,” tutur Gus Fawait.
Kombinasi kunjungan langsung dan telemedicine tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan bagi lansia dapat dilakukan secara lebih fleksibel. Tenaga kesehatan hadir di rumah, sementara konsultasi dengan dokter dapat dilakukan tanpa harus memaksa pasien menempuh akses yang sulit menuju fasilitas kesehatan. (ken)