logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Tanam Cabai Tak Cuma Soal Musim, DTPHP Jember Soroti Waktu dan Harga

  • 17 September 2026
  • Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
tanam-cabai-tak-cuma-soal-musim-dtphp-jember-soroti-waktu-dan-harga-20260918

Tanam Cabai Tak Cuma Soal Musim, DTPHP Jember Soroti Waktu dan Harga

JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 - Menentukan waktu tanam cabai tidak cukup hanya melihat musim. Pergerakan harga juga perlu diperhatikan agar petani dapat memperkirakan waktu panen ketika harga berada pada kondisi yang lebih baik.

Perspektif tersebut menjadi bagian dari materi yang disampaikan Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember Agung Satrio Setiawan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanaman Sayur dan Tanaman Obat yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur di Kabupaten Jember, Rabu 16 September 2026.

Untuk memberikan gambaran, Agung memaparkan catatan harga cabai di tingkat petani sepanjang 2025. Rata-rata harga pada Januari mencapai Rp63.000 per kilogram, Februari Rp62.000, dan Maret Rp82.000. Setelah itu, harga bergerak turun hingga sekitar Rp23.693 per kilogram pada Mei.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa harga cabai dapat bergerak cukup lebar dalam setahun. Karena itu, data harga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan saat petani menentukan waktu tanam dan memperkirakan masa panen. “Mestinya tanam mulai bulan apa? Kita kan biasanya mulai berbuah kan tiga bulan,” ujar Agung.

Dari pola tersebut, waktu tanam kemudian dikaitkan dengan perkiraan periode panen. Agung mengarahkan peserta untuk menghitung jeda sejak tanam hingga tanaman mulai berbuah, kemudian mencocokkannya dengan kecenderungan harga.

“Kalau lihat ini, mungkin September baru tanam. Oktober disain, insyaallah di Desember pohon apa, kemungkinan harganya tinggi,” katanya.

Pembahasan waktu tanam dan harga tersebut menjadi bagian dari Bimtek yang pada tahap awal masih didominasi teori. Peserta juga mendapat materi mengenai budidaya tanaman sayur dan tanaman obat sebagai bekal untuk pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Tak hanya soal kapan menanam, peserta juga diajak melihat persoalan setelah panen. Ketika produksi cabai melimpah dan harga di tingkat petani turun, hasil panen dapat diarahkan ke pengolahan, salah satunya menjadi cabai kering agar tidak seluruhnya bergantung pada penjualan cabai segar.

Dengan pembekalan tersebut, budidaya cabai tidak hanya dipandang dari sisi teknis penanaman, tetapi juga dari perencanaan waktu tanam, perkiraan panen, dan kondisi harga yang dapat memengaruhi nilai hasil produksi. (fan)

Galeri Foto