logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Mayang

Terima 60 Mahasiswa KKN Kolaboratif, Camat Mayang Ajak ‘Ngopi Bareng’ Cari Solusi Masalah Desa

  • 20 Juli 2026
  • Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
terima-60-mahasiswa-kkn-kolaboratif-camat-mayang-ajak-ngopi-bareng-cari-solusi-masalah-desa-20260722

Terima 60 Mahasiswa KKN Kolaboratif, Camat Mayang Ajak ‘Ngopi Bareng’ Cari Solusi Masalah Desa

JEMBER, 20 JULI 2026 - Pemerintah Kecamatan Mayang secara resmi menyambut kedatangan 60 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif pada Senin, 20 Juli 2026. Puluhan mahasiswa tersebut diterjunkan untuk mengabdi selama 35 hari di enam desa wilayah Mayang, dengan Desa Mrawan sebagai lokasi penambahan area penempatan.

Acara penerimaan berlangsung tertib dan penuh semangat. Agenda ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Camat Mayang, jajaran perangkat desa, serta unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Mayang.

Dosen Pembimbing Lapangan, Bhennita Sukmawati, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa kegiatan lapangan dan pendataan akan dimulai pada 28 Juli 2026. Selama masa pengabdian, mahasiswa berfokus pada tiga agenda utama.

Agenda mendesak tersebut meliputi pemutakhiran data Desa Integrasi Livelihood (Desil) terkait warga yang meninggal atau pindah domisili, penanganan sampah desa, hingga sosialisasi layanan BPJS Kesehatan yang diselaraskan dengan data Desil.

Bhennita menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan etika pengabdian. Mahasiswa diwajibkan mengutamakan keamanan, keramahan, serta sikap humanis dalam berinteraksi dengan warga.

Selain itu, para peserta dilarang pulang ke daerah asal dan wajib menetap di desa penempatan masing-masing. Jika terdapat keperluan mendesak, mahasiswa harus mengantongi izin tertulis dari Kepala Desa setempat serta menjaga keselamatan diri dan barang berharga.

Sementara itu, Camat Mayang, Adi Kusnandar Zulkifli, S.H., M.M., menyambut hangat kehadiran para mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa Kecamatan Mayang memiliki tujuh desa dengan karakteristik budaya dan adat istiadat yang beragam, di mana Kabupaten Jember sendiri berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur.

Belajar dari pengalaman verifikasi data Desil di wilayah Baban, Silo yang bermedan berat, Camat Adi meminta mahasiswa untuk bekerja lebih teliti dan tangguh. Terkait pengelolaan sampah, ia secara khusus membuka ruang diskusi terbuka bersama para mahasiswa demi merumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan.

"Masalah sampah, mari kita duduk bersama, ngopi bareng, untuk mencari solusi penanganan yang tepat dan berkelanjutan," tutur Adi.

Ia juga mengimbau mahasiswa agar tidak langsung bergerak ke lapangan tanpa koordinasi awal. Langkah ini penting untuk menghindari kendala di lapangan yang dapat menyulitkan pihak desa maupun kecamatan dalam memberikan perlindungan dan bantuan.

Lebih lanjut, Adi menegaskan komitmennya untuk membimbing langsung para mahasiswa selama program berlangsung. Setiap koordinator desa juga diminta meninggalkan nomor kontak aktif yang dapat dihubungi kapan saja.

Ia turut menyampaikan pesan dari Kapolsek Mayang agar mahasiswa tak ragu berkoordinasi dengan unsur Muspika jika menemui kendala keamanan atau sosial di lapangan.

"Tinggalkan segala beban pikiran pribadi. Laksanakan KKN ini dengan hati tulus agar kegiatan berjalan lancar dan sukses hingga selesai," pesan Adi menutup arahannya.

Penerimaan ini menjadi awal sinergi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah lokal. Seluruh pihak berharap para mahasiswa dapat beradaptasi dengan cepat, memberikan manfaat nyata bagi warga, serta menjaga nama baik almamater selama mengabdi. (ryo)

Galeri Foto