Tim Gabungan di Bangsalsari Sisir Dua Dusun demi Selamatkan Masa Depan Anak Putus Sekolah
- 06 Juli 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
Tim Gabungan di Bangsalsari Sisir Dua Dusun demi Selamatkan Masa Depan Anak Putus Sekolah
JEMBER, 06 JULI 2026 – Pemerintah Kecamatan Bangsalsari melalui Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) bersama Pemerintah Desa Bangsalsari, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melaksanakan asesmen sosial terhadap sejumlah anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus di wilayah Desa Bangsalsari, Senin 06 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang diterima melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e Jember serta laporan dari masyarakat terkait keberadaan anak-anak yang mengalami putus sekolah dan kondisi sosial yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Sebelum turun ke lapangan, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi di Kantor Desa Bangsalsari untuk menyamakan data dan langkah penanganan. Selanjutnya, tim melakukan kunjungan langsung ke sejumlah lokasi di Dusun Kedungsuko dan Dusun Rambutan guna melakukan asesmen terhadap kondisi sosial, pendidikan, dan lingkungan keluarga masing-masing anak.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pendataan dan asesmen terhadap lima anak yang memiliki permasalahan sosial dan pendidikan yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya diketahui telah putus sekolah sejak tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama. Selain itu, terdapat anak yang tinggal bersama neneknya karena orang tua merantau, serta anak yang membutuhkan perhatian sosial lebih lanjut akibat kondisi lingkungan keluarga dan keterbatasan pengasuhan.
Salah satu hasil asesmen menunjukkan adanya anak yang membutuhkan pendampingan terkait administrasi kependudukan, termasuk proses perpindahan Kartu Keluarga, agar dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan pendidikan dan program sosial pemerintah. Sementara beberapa anak lainnya memerlukan pendampingan untuk kembali memperoleh hak pendidikan melalui jalur formal maupun nonformal sesuai kondisi dan kebutuhannya.
Kegiatan asesmen tersebut dihadiri oleh Kasi PMKS Kecamatan Bangsalsari, Kepala Desa Bangsalsari, Ketua TP PKK Desa Bangsalsari, TKSK dan Pendamping PKH Bangsalsari, unsur Pemerintahan dan Trantibum Kecamatan Bangsalsari, serta Kaur Kesejahteraan Rakyat Desa Bangsalsari.
Kepala Seksi PMKS Kecamatan Bangsalsari, Novi Arifiani, menjelaskan bahwa asesmen lapangan merupakan langkah awal yang penting untuk mengetahui kondisi riil warga yang membutuhkan perhatian pemerintah sebelum menentukan bentuk intervensi dan pendampingan yang tepat.
“Melalui asesmen ini, kami ingin memastikan bahwa setiap informasi yang masuk dapat ditindaklanjuti secara langsung di lapangan sehingga kebutuhan warga dapat dipetakan dengan baik. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah desa, Dinas Sosial, maupun instansi terkait lainnya,” ujar Novi.
Menurutnya, anak-anak merupakan aset masa depan bangsa yang harus mendapatkan perlindungan, kesempatan belajar, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Karena itu, berbagai persoalan yang menyebabkan anak putus sekolah perlu mendapatkan perhatian bersama dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Novi menambahkan bahwa penanganan permasalahan sosial tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar solusi yang diberikan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila terdapat warga yang membutuhkan bantuan sosial, pendampingan pendidikan, atau perlindungan sosial lainnya. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula pemerintah dapat melakukan langkah penanganan yang diperlukan,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yang berada dalam kondisi rentan, termasuk mereka yang mengalami putus sekolah, keterbatasan pengasuhan, maupun hambatan sosial lainnya.
Pemerintah Kecamatan Bangsalsari berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, TKSK, pendamping PKH, serta perangkat daerah terkait guna memastikan setiap warga yang membutuhkan bantuan memperoleh pendampingan sesuai kewenangan dan kebutuhan yang ada.
Melalui kegiatan asesmen ini, diharapkan berbagai permasalahan sosial yang dialami anak-anak di Desa Bangsalsari dapat segera ditindaklanjuti melalui program-program yang tepat, sehingga hak-hak mereka untuk memperoleh pendidikan, perlindungan, dan kesejahteraan dapat terpenuhi secara optimal. (yun)