Tingkatkan Kesejahteraan Warga, Pemdes Glagahwero Resmi Bentuk Kelompok Masyarakat Peduli KIA
- 20 Oktober 2026
- Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
Tingkatkan Kesejahteraan Warga, Pemdes Glagahwero Resmi Bentuk Kelompok Masyarakat Peduli KIA
JEMBER, 20 OKTOBER 2026 – Dalam upaya nyata meningkatkan derajat kesehatan serta kesejahteraan masyarakat desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Glagahwero secara resmi membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada Selasa, 20 Oktober 2026. Acara pembentukan dan pengukuhan ini berlangsung khidmat bertempat di Balai Desa Glagahwero, Kecamatan Panti.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh berbagai unsur penting lintas sektor, menunjukkan kuatnya komitmen kolaboratif dalam mengawal kesehatan ibu dan anak di wilayah setempat. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Malang, jajaran Pemerintah Kecamatan Panti, Puskesmas Panti, Pemerintah Desa Glagahwero, serta puluhan kader kesehatan desa yang siap mengabdi demi keselamatan ibu dan balita.
Pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli KIA ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendampingan intensif bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita. Kelompok ini dirancang untuk menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini risiko tinggi kehamilan, mengedukasi pemenuhan gizi seimbang, mengawal pemberian ASI eksklusif, serta mendukung program pencegahan stunting di tingkat basis.
Sinergi antara akademisi dari Poltekkes Malang, tenaga kesehatan dari Puskesmas Panti, dan kader lokal diharapkan mampu menciptakan sistem deteksi dini dan pendampingan yang lebih responsif serta berkelanjutan.
Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos., M.M., yang hadir langsung memimpin jalannya pembukaan acara, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Pemdes Glagahwero. Dalam sambutannya, Hendra Kusuma menegaskan bahwa Kesejahteraan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari jaminan kesehatan dasar, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak.
"Kesejahteraan warga suatu wilayah itu indikator utamanya tercermin dari tingkat kesehatan masyarakatnya, khususnya kesehatan ibu dan anak. Ibu yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat dan cerdas. Sebaliknya, jika angka kematian ibu dan bayi masih ada, atau tingkat stunting masih tinggi, maka mustahil kesejahteraan warga dapat tercapai secara hakiki," ujarnya.
Lebih lanjut, Hendra Kusuma menekankan bahwa penanganan isu kesehatan ibu dan anak bukanlah semata-mata tugas tenaga medis atau pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
"Oleh karena itu, pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli KIA di Desa Glagahwero ini adalah langkah yang sangat cerdas dan strategis. Ini merupakan wujud gotong royong nyata. Saya berharap Pokmas ini tidak sekadar dibentuk di atas kertas, tetapi benar-benar aktif turun ke lapangan, mendampingi para ibu hamil, memastikan nutrisi anak-anak kita terpenuhi, dan berkoordinasi cepat dengan Puskesmas Panti jika ditemukan potensi risiko kesehatan," tambahnya.
Perwakilan dari Poltekkes Malang turut menyampaikan kesiapannya untuk memberikan pendampingan teknis dan pelatihan bagi para kader kesehatan yang tergabung dalam Pokmas Peduli KIA ini. Dengan adanya pembekalan materi edukasi modern dan metode pendampingan yang ramah masyarakat, kader diharapkan lebih percaya diri dan efektif saat menjalankan tugasnya di lapangan.
Sementara itu, Kepala Desa Glagahwero menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari pihak Kecamatan Panti, Puskesmas, Poltekkes Malang, serta dedikasi tanpa lelah dari para kader kesehatan desa. Dengan diresmikannya kelompok ini, Pemdes Glagahwero optimistis dapat menekan angka risiko kehamilan dan mewujudkan lingkungan desa yang ramah ibu dan anak menuju masyarakat Glagahwero yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. (jha)