logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

Transformasi Sungai Desa Serut: Camat Panti Tinjau Proyek Edukasi dan Wisata Mandiri Warga

  • 01 April 2026
  • Dibaca 329 Kali
Bagikan Via:
transformasi-sungai-desa-serut-camat-panti-tinjau-proyek-edukasi-dan-wisata-mandiri-warga-20260402

Transformasi Sungai Desa Serut: Camat Panti Tinjau Proyek Edukasi dan Wisata Mandiri Warga

JEMBER, 01 APRIL 2026 – Pemerintah Kecamatan Panti terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal inovasi pembangunan di tingkat desa. Pada Rabu pagi, 01 April 2026, Camat Panti Hendra Kusuma, S. Sos, M.M memimpin langsung kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap proyek pemanfaatan aliran sungai di Desa Serut. Program ini diproyeksikan menjadi sarana edukasi lingkungan sekaligus destinasi "mini wisata" bagi warga lokal.

Langkah ini diambil menyusul inisiatif Pemerintah Desa Serut bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat yang mulai menyulap bantaran sungai yang dulunya terbengkalai menjadi kawasan produktif. Kehadiran jajaran kecamatan bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan tetap memperhatikan kelestarian ekosistem sungai dan aspek keamanan bagi pengunjung.

Dalam kunjungannya, Camat Panti mengapresiasi langkah berani Desa Serut. Aliran sungai yang jernih dan tenang di wilayah tersebut kini ditata sedemikian rupa dengan penambahan spot-spot edukasi, seperti area budidaya ikan dalam keramba, taman baca di pinggir sungai, serta area bermain air yang aman untuk anak-anak.

"Kami melihat ada semangat gotong royong yang luar biasa di Desa Serut. Pemanfaatan sungai ini bukan sekadar mengejar profit wisata, melainkan bagaimana warga, terutama generasi muda, bisa belajar menjaga ekosistem air sambil menikmati keindahan alam," ujar Hendra Kusuma dalam sesi wawancara di lokasi.

Pemerintah kecamatan menekankan bahwa konsep "Mini Wisata" ini sangat tepat diterapkan. Dengan skala yang tidak terlalu luas namun tertata, biaya pemeliharaan akan lebih terjangkau dan dampak sosialnya bisa langsung dirasakan oleh warga sekitar melalui pembukaan unit usaha kecil (UMKM) di sekitar area wisata.

Selain melihat progres fisik, tim monitoring juga meninjau aspek teknis pengaliran air dan manajemen sampah. Camat mengingatkan agar jangan sampai keberadaan wisata justru mengotori sungai. Oleh karena itu, sistem penyaringan sampah di hulu dan ketersediaan tempat sampah di sepanjang area wisata menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh pengelola.

Pihak kecamatan juga memberikan saran terkait mitigasi bencana, mengingat karakter sungai di wilayah Panti yang bisa berubah saat musim hujan ekstrem. Pemasangan papan peringatan dini dan pemetaan zona aman menjadi poin penting dalam laporan hasil monitoring tersebut.

Kepala Desa Serut, Abdul Asis, yang turut mendampingi kegiatan monitoring menjelaskan bahwa proyek ini sepenuhnya dikelola oleh masyarakat. Dengan adanya kunjungan dari pihak kecamatan, pihaknya merasa semakin termotivasi untuk merampungkan fasilitas pendukung seperti akses jalan yang lebih baik dan penataan area parkir.

"Target kami adalah menciptakan ekonomi sirkular. Sampah dikelola, air dijaga, ikan dipanen untuk konsumsi atau dijual, dan wisatawan yang datang bisa belanja di warung-warung milik warga sendiri," ungkapnya.

Pemerintah Kecamatan Panti berharap model pengembangan wisata edukasi sungai di Desa Serut ini bisa menjadi pilot project bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Panti. Mengingat geografis Panti yang kaya akan sumber daya air, potensi serupa sebenarnya banyak ditemukan, namun memerlukan sentuhan manajemen dan pengawasan yang ketat seperti yang dilakukan hari ini.

Kegiatan monitoring ini ditutup dengan diskusi santai antara jajaran kecamatan, perangkat desa, dan tokoh masyarakat di bawah pohon rindang tepi sungai. Suasana hangat tersebut mencerminkan harmoni antara kebijakan pemerintah dan aspirasi warga dalam membangun desa yang lebih mandiri dan berwawasan lingkungan.

Galeri Foto