Usai Dengarkan Suara Komunitas Disabilitas, Kecamatan Panti Siap Dorong Program Pemberdayaan Inklusif
- 24 Juli 2026
- Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
Usai Dengarkan Suara Komunitas Disabilitas, Kecamatan Panti Siap Dorong Program Pemberdayaan Inklusif
JEMBER, 24 JULI 2026 – Pemerintah Kecamatan Panti menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pembangunan wilayah yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Komitmen ini ditunjukkan melalui agenda audiensi dan silaturahmi bersama Komunitas Disabilitas Kecamatan Panti di Kantor Kecamatan Panti, Selasa 22 Juli 2026. Pertemuan terbuka tersebut menjadi wadah penting bagi para penyandang disabilitas untuk menyampaikan aspirasi, kendala, serta harapan mereka secara langsung.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, pengurus dan anggota komunitas memaparkan berbagai tantangan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Isu utama yang mengemuka mencakup keterbatasan aksesibilitas fasilitas publik, minimnya pelatihan keterampilan yang sesuai, hingga terbatasnya peluang usaha dan lapangan kerja ramah disabilitas. Seluruh masukan dicatat oleh jajaran pemerintah setempat sebagai bahan evaluasi dan penyusunan program kerja mendatang.
Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pihak kecamatan tidak sekadar mendengarkan aspirasi, tetapi siap mengambil langkah nyata. Menurutnya, penyandang disabilitas merupakan bagian integral dari sumber daya manusia yang berpotensi besar jika diberi kesempatan dan pendampingan yang tepat. Oleh karena itu, skema pembangunan di Panti harus mampu mengakomodasi hak-hak dasar serta potensi seluruh warga tanpa terkecuali.
"Kami telah mendengar langsung kebutuhan dan harapan saudara-saudara kita. Hari ini kita bersepakat bahwa pembangunan di Kecamatan Panti tidak boleh meninggalkan siapa pun. Kami siap mendorong lahirnya program pemberdayaan yang terstruktur, mulai dari pelatihan wirausaha mandiri, peningkatan aksesibilitas kantor pelayanan publik, hingga pendampingan sosial berkelanjutan," ujar Hendra saat ditemui di lokasi acara.
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret, Pemerintah Kecamatan Panti berencana menjalin kolaborasi lintas sektor. Langkah awal yang diambil adalah berkoordinasi dengan instansi teknis di tingkat kabupaten, seperti Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, serta Dinas Koperasi dan UMKM. Sinergi ini bertujuan menghadirkan program pelatihan keterampilan berbasis minat dan bakat, seperti kerajinan tangan, tata boga, hingga keterampilan digital, demi menunjang kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.
Selain pemberdayaan ekonomi, Pemerintah Kecamatan Panti berkeinginan membenahi fasilitas umum secara bertahap. Kantor Kecamatan Panti diproyeksikan menjadi percontohan gedung pelayanan publik ramah disabilitas. Pembenahan meliputi penyediaan bidang miring (ramp), toilet aksesibel, serta mekanisme pelayanan prioritas untuk pengurusan administrasi kependudukan maupun perizinan.
Apresiasi dan optimisme tinggi turut disampaikan oleh perwakilan Komunitas Disabilitas Kecamatan Panti atas keterbukaan pemerintah setempat. Mereka menilai pertemuan ini sebagai bukti nyata hadirnya negara di tengah kelompok rentan. Dukungan moral dan komitmen program tersebut dinilai sangat berarti untuk meningkatkan percaya diri serta kemandirian para anggota.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena pihak kecamatan mau duduk bersama dan mendengarkan suara kami dengan tulus. Selama ini kami sering merasa terpinggirkan, tetapi hari ini kami melihat ada harapan besar. Kami siap mendukung dan berkolaborasi agar rekan-rekan disabilitas di Kecamatan Panti bisa lebih mandiri, berdaya, dan berkontribusi bagi daerah," ungkap Kurnia, salah satu tokoh perwakilan komunitas, dengan penuh haru.
Pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dan sesi foto. Suasana kekeluargaan terasa hangat saat para peserta saling berjabat tangan dan bertukar senyum. Melalui langkah awal ini, Kecamatan Panti mantap melangkah menuju wilayah yang lebih humanis, setara, dan inklusif. (Jha)