Validasi Data 3B Jadi Prioritas, Wuluhan Siapkan Aksi Lanjutan Percepatan Stunting
- 17 Juli 2026
- Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
Validasi Data 3B Jadi Prioritas, Wuluhan Siapkan Aksi Lanjutan Percepatan Stunting
JEMBER, 17 JULI 2026 – Pemerintah Kecamatan Wuluhan mulai menindaklanjuti hasil Pertemuan Lokakarya Mini Lintas Sektor dengan mempercepat validasi data sasaran program kesehatan dan memperkuat koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa. Langkah tersebut menjadi fokus utama setelah seluruh pemangku kepentingan menyepakati strategi percepatan penurunan stunting dan penguatan layanan kesehatan masyarakat di Aula Kecamatan Wuluhan.
Lokakarya dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember, jajaran Muspika Wuluhan, kepala UPT Puskesmas Wuluhan dan Lojejer, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Wuluhan, Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Koordinator Pengawas Pendidikan, seluruh kepala desa se-Kecamatan Wuluhan, Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan dan desa, serta unsur LSN dan Srikandi Wuluhan.
Forum tersebut tidak hanya mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan, tetapi juga menyepakati sejumlah langkah lanjutan yang akan segera diterapkan. Salah satunya ialah sinkronisasi data kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai dasar pelaksanaan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pelaksanaannya, data yang dihimpun Penyuluh Keluarga Berencana akan diverifikasi bersama Ketua Satuan Tugas MBG Kecamatan, pemerintah desa, serta puskesmas. Proses tersebut diharapkan menghasilkan basis data yang akurat sehingga bantuan dan intervensi kesehatan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Lokakarya juga menetapkan Desa Kesilir sebagai lokus pelaksanaan Program DASHAT di Kecamatan Wuluhan. Melalui program tersebut, pemenuhan gizi bagi kelompok 3B akan diperkuat melalui pendampingan terpadu yang melibatkan puskesmas, PKB, pemerintah desa, kader PKK, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain percepatan penanganan stunting, peserta juga menyepakati penguatan implementasi program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember, meliputi Universal Health Coverage (UHC), Gerakan 1.200 Tenaga Kesehatan, Mobil Home Care, serta bakti sosial kesehatan. Seluruh program tersebut akan diintegrasikan agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin mudah diakses dan tepat sasaran.
Camat Wuluhan Hanifah, S.Pt., M.Si., saat ditemui di kantornya, Kamis 16 Juli 2026, mengatakan hasil lokakarya menjadi pedoman bersama dalam memperkuat sinergi pelaksanaan program kesehatan di wilayahnya.
“Koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat karena keberhasilan program kesehatan tidak dapat diwujudkan oleh satu instansi saja. Kami mendorong pemerintah desa, puskesmas, PKB, SPPG, kader PKK, serta seluruh mitra untuk aktif berkolaborasi agar setiap program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Hanifah menjelaskan, tahapan berikutnya adalah menyelesaikan validasi data sasaran di setiap desa, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan intervensi gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta pemantauan rutin terhadap perkembangan program.
“Kami ingin seluruh desa bergerak dengan data yang sama sehingga pelaksanaan Dashat, MBG, maupun program kesehatan lainnya tidak mengalami tumpang tindih sasaran. Setelah validasi selesai, kami akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut hasil lokakarya, Pemerintah Kecamatan Wuluhan akan menjadwalkan rapat koordinasi teknis bersama pemerintah desa, puskesmas, PKB, dan SPPG guna memantapkan pembagian tugas, penyelarasan data, serta mekanisme pelaporan. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan program kesehatan sekaligus mempercepat pencapaian target penurunan stunting di Kecamatan Wuluhan. (riz)