logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Verifikasi dan Validasi Guru Ngaji Rampung, Camat Rambipuji Pastikan Honor Cair Sebelum Lebaran

  • 11 Maret 2026
  • Dibaca 260 Kali
Bagikan Via:
verifikasi-dan-validasi-guru-ngaji-rampung-camat-rambipuji-pastikan-honor-cair-sebelum-lebaran-20260311

Verifikasi dan Validasi Guru Ngaji Rampung, Camat Rambipuji Pastikan Honor Cair Sebelum Lebaran

JEMBER, 11 MARET 2026 - Pemerintah Kecamatan Rambipuji menuntaskan proses verifikasi dan validasi data guru ngaji, guru kitab, serta modin untuk Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan penyaluran honor bagi para tokoh keagamaan di tingkat desa dapat berjalan tepat sasaran.

Proses verifikasi dan validasi tersebut dinyatakan selesai pada Rabu, 11 Maret 2026, setelah dilakukan pendataan secara menyeluruh di delapan desa yang berada di wilayah Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.

Pendataan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah desa serta pihak terkait guna memastikan setiap data yang masuk benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, menyampaikan bahwa proses verifikasi dan validasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian kepada para guru ngaji, guru kitab, serta modin yang selama ini berperan besar dalam pembinaan keagamaan di masyarakat.

Menurutnya, para guru ngaji dan modin merupakan figur penting yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai moral dan sosial di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, proses verifikasi dan validasi untuk guru ngaji, guru kitab, serta modin di Kecamatan Rambipuji sudah rampung.Seluruh desa sudah menyelesaikan pendataan sehingga data yang masuk bisa dipastikan akurat,” ujar Roni Herman Baza

Ia menjelaskan bahwa dari delapan desa di Kecamatan Rambipuji, jumlah guru ngaji yang telah terverifikasi mencapai ratusan orang.

Selain itu, terdapat pula sejumlah modin dan guru kitab yang masuk dalam pendataan tahun ini. Berdasarkan hasil verifikasi, Desa Curahmalang tercatat memiliki 68 orang guru ngaji serta 1 orang modin. Sementara itu, Desa Gugut memiliki 49 orang guru ngaji yang selama ini aktif mengajar di lingkungan masyarakat.

Di Desa Kaliwining, jumlah guru ngaji yang terdata mencapai 102 orang dengan tambahan 3 orang modin yang turut menjalankan fungsi pelayanan keagamaan di desa tersebut.

Sementara itu, Desa Nogosari menjadi desa dengan jumlah guru ngaji terbanyak di Kecamatan Rambipuji, yakni sebanyak 150 orang. Selain itu, terdapat pula 4 orang modin yang telah terverifikasi dalam pendataan tahun ini.

Untuk Desa Pecoro, tercatat terdapat 68 orang guru ngaji serta 1 orang modin yang telah melalui proses verifikasi. Desa Rambigundam memiliki 56 orang guru ngaji serta 1 orang modin yang juga masuk dalam daftar penerima program honor.

Di Desa Rambipuji, jumlah guru ngaji yang terdata sebanyak 54 orang. Selain itu terdapat 1 orang modin serta 1 orang guru kitab yang juga telah diverifikasi oleh tim pendataan.

Sedangkan di Desa Rowotamtu tercatat sebanyak 83 orang guru ngaji serta 2 orang modin yang telah melalui prosesc verifikasi dan validasi. Roni Herman Baza menegaskan bahwa seluruh data tersebut telah diverifikasi secara teliti untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran bantuan honor nantinya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah desa yang telah bekerja sama secara aktif dalam proses pendataan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa yang sudah membantu proses verifikasi ini sehingga dapat berjalan lancar. Data yang akurat sangat penting agar program dari pemerintah bisa tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa setelah proses verifikasi selesai, tahap selanjutnya adalah menunggu informasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Jember terkait mekanisme pencairan honor bagi para guru ngaji, guru kitab, dan modin tersebut.

Menurutnya, proses pencairan honor berada di bawah koordinasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kabupaten Jember.

Meski demikian, Camat Rambipuji memastikan bahwa pemerintah daerah telah memberikan komitmen agar pencairan honor tersebut dapat dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Untuk pencairan honor guru ngaji, kita masih menunggu informasi dari Pemerintah Kabupaten Jember melalui Kabag Kesra. Namun yang pasti, sesuai janji Gus Bupati, sebelum Lebaran honor tersebut harus sudah cair,” tegasnya.

Program pemberian honor kepada guru ngaji dan modin ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para tokoh agama yang selama ini berperan dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

Peran guru ngaji di tingkat desa dinilai sangat penting karena mereka menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan keagamaan, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.

Selain mengajarkan membaca Al-Qur’an, para guru ngaji juga menanamkan nilai-nilai akhlak dan moral yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, modin juga memiliki peran strategis dalam membantu pelayanan keagamaan di desa, seperti dalam urusan pernikahan, kematian, hingga kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya.

Dengan adanya program honor ini, diharapkan dapat menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi para guru ngaji dan modin untuk terus mengabdi kepada masyarakat.Roni Herman Baza juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan di masa mendatang.

Menurutnya, perhatian kepada para tokoh agama merupakan investasi sosial yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan dan ketentraman masyarakat.

“Guru ngaji dan modin adalah bagian dari pilar sosial di masyarakat. Mereka berkontribusi besar dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian kepada mereka,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung para guru ngaji serta tokoh agama yang telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan keagamaan.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan kehidupan sosial dan keagamaan di wilayah Kecamatan Rambipuji dapat terus berkembang dengan baik.

“Semoga program ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bentuk penghargaan bagi para guru ngaji, guru kitab, serta modin yang selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan,” pungkasnya. (sai)

Galeri Foto