logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Warga Mengadu, DPUPR Jember Bergerak! Pohon Rimbun di Ruas Pringgowirawan–Sumberagung Dirempes.

  • 16 Agustus 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
warga-mengadu-dpupr-jember-bergerak-pohon-rimbun-di-ruas-pringgowirawan-sumberagung-dirempes-20260816

Warga Mengadu, DPUPR Jember Bergerak! Pohon Rimbun di Ruas Pringgowirawan–Sumberagung Dirempes.

Jember, 15 Agustus 2026 - Warga Mengadu, DPUPR Jember Bergerak! Pohon Rimbun di Ruas Pringgowirawan–Sumberagung Dirempes.

Keberadaan pohon di sepanjang jalan tidak hanya memberikan kesejukan bagi pengguna jalan. Namun, ketika pertumbuhan pohon sudah terlalu rimbun dan terdapat bagian-bagian yang berpotensi membahayakan, langkah antisipasi perlu dilakukan agar keselamatan masyarakat tetap terjaga. Hal inilah yang menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melalui kegiatan perempesan pohon di ruas Jalan Pringgowirawan–Sumberagung, Kecamatan Sumberbaru pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat yang disampaikan melalui kanal Wadul Guse. Aduan warga menjadi salah satu informasi penting bagi DPUPR Kabupaten Jember dalam melihat kondisi lapangan, terutama terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat berdampak langsung pada keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Setelah menerima laporan, petugas DPUPR Kabupaten Jember kemudian melakukan pengecekan di lokasi. Dari hasil pemantauan, sejumlah pohon yang berada di sekitar ruas jalan tersebut memang sudah memiliki ukuran yang cukup besar dengan kondisi tajuk yang semakin rimbun. Beberapa bagian pohon juga tumbuh melebar dan mendekati area jalan, sehingga perlu dilakukan perempesan untuk mengurangi potensi risiko yang dapat terjadi.

Perempesan dilakukan bukan dengan menebang pohon secara keseluruhan, melainkan memangkas bagian-bagian tertentu yang dinilai perlu dikurangi. Cabang dan ranting yang terlalu lebat dipangkas secara bertahap agar kondisi pohon menjadi lebih terkendali. Langkah ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan posisi pohon terhadap badan jalan, lingkungan sekitar, serta aktivitas masyarakat yang melintas.

Asmat, Korwil Sumberbaru menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk respons terhadap kondisi yang dilaporkan masyarakat. Menurutnya, laporan dari warga sangat membantu petugas dalam mengetahui titik-titik yang membutuhkan penanganan di lapangan.

“Awalnya kami menerima aduan dari masyarakat melalui Wadul Guse. Setelah kami cek, memang ada beberapa pohon yang sudah cukup besar dan rimbun. Kalau dibiarkan, terutama saat memasuki musim hujan dan angin kencang, tentu ada potensi ranting patah atau pohon tumbang yang bisa mengganggu pengguna jalan,” ujarnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Ia menambahkan, perempesan dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi risiko tersebut tanpa menghilangkan keberadaan pohon yang masih memiliki fungsi bagi lingkungan. Petugas memilih bagian-bagian yang perlu dipangkas sehingga pohon tetap dapat tumbuh, tetapi kondisi tajuknya tidak terlalu berat dan mengganggu ruang di sekitar jalan.

“Jadi kami bukan menebang pohonnya. Bagian yang terlalu rimbun dan berpotensi membahayakan saja yang kami pangkas. Harapannya setelah dilakukan perempesan, kondisi di sekitar jalan menjadi lebih aman bagi masyarakat yang setiap hari melintas,” lanjutnya.

Ruas Pringgowirawan–Sumberagung merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Kendaraan roda dua maupun roda empat melintas di jalur tersebut, sementara masyarakat di sekitar jalan juga melakukan berbagai kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya.

Karena itu, kondisi pepohonan di sisi jalan perlu menjadi perhatian. Pohon yang sehat dan rindang memang memberikan manfaat, terutama sebagai peneduh dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman. Namun, pertumbuhan yang tidak terkendali dapat menimbulkan persoalan tersendiri apabila terdapat cabang besar yang patah, dahan yang jatuh, atau bagian pohon yang menjulur ke area pengguna jalan.

Risiko tersebut dapat semakin meningkat ketika cuaca memasuki musim hujan. Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin dapat membuat cabang atau ranting yang sudah tua dan berat lebih mudah patah. Jika posisi pohon berada dekat dengan badan jalan, kondisi tersebut tentu dapat membahayakan pengendara maupun masyarakat yang berada di sekitarnya.

Melalui perempesan ini, DPUPR Kabupaten Jember berupaya melakukan langkah pencegahan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Selain memangkas bagian pohon yang terlalu rimbun, petugas juga membersihkan material hasil perempesan yang berada di sekitar lokasi pekerjaan. Hal tersebut penting agar ranting dan potongan dahan tidak menjadi hambatan baru bagi pengguna jalan maupun warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Kegiatan di ruas Pringgowirawan–Sumberagung ini juga menunjukkan bahwa aduan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam proses penanganan kondisi infrastruktur dan lingkungan di sekitar jalan. Informasi yang disampaikan warga membantu petugas mendapatkan gambaran mengenai kondisi yang membutuhkan perhatian secara langsung.

Korwil Sumberbaru kembali mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan kondisi yang dinilai dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya laporan dari masyarakat. Kalau ada pohon atau bagian lingkungan jalan yang menurut warga berpotensi membahayakan, silakan disampaikan. Informasi dari masyarakat bisa menjadi bahan bagi kami untuk melakukan pengecekan dan menentukan penanganan di lapangan,” katanya.

Respons terhadap aduan warga seperti ini menjadi salah satu cara agar penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih tepat sasaran. Petugas tidak hanya menunggu munculnya masalah, tetapi juga berupaya melakukan tindakan pencegahan ketika terdapat potensi risiko yang sudah terlihat.

Bagi masyarakat yang melintas di ruas Pringgowirawan–Sumberagung, perempesan pohon diharapkan dapat memberikan rasa aman, terutama ketika kondisi cuaca mulai berubah dan hujan serta angin kencang berpotensi terjadi. Ruang jalan yang lebih aman juga akan membuat aktivitas warga menjadi lebih nyaman tanpa harus khawatir terhadap ranting atau dahan yang sewaktu-waktu dapat jatuh ke badan jalan.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kondisi lingkungan di sekitar ruas jalan. Kepedulian warga terhadap kondisi pohon, jalan, maupun fasilitas umum dapat membantu pemerintah dalam menentukan titik-titik yang membutuhkan perhatian.

Apa yang dilakukan di Sumberbaru ini menjadi contoh bahwa penanganan di lapangan tidak selalu harus menunggu terjadinya kejadian. Ketika potensi bahaya sudah ditemukan dan dilaporkan, langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal.

DPUPR Kabupaten Jember melalui petugas di wilayah terus berupaya merespons berbagai kondisi yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di ruas jalan kabupaten. Salah satunya melalui perempesan pohon yang dinilai sudah terlalu rimbun dan berpotensi menimbulkan risiko.

Dengan adanya kolaborasi antara masyarakat melalui kanal Wadul Guse dan petugas di lapangan, diharapkan berbagai potensi gangguan dapat diketahui lebih cepat. Dari laporan tersebut, petugas dapat melakukan pengecekan, menentukan langkah yang diperlukan, kemudian melakukan penanganan sesuai kondisi di lokasi.

Perempesan pohon di Jalan Pringgowirawan–Sumberagung akhirnya bukan sekadar kegiatan memangkas ranting. Lebih dari itu, pekerjaan tersebut merupakan langkah sederhana untuk mencegah risiko yang lebih besar, menjaga ruang jalan tetap aman, sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

DPUPR Kabupaten Jember pun mengingatkan bahwa keselamatan pengguna jalan merupakan perhatian bersama. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat melalui laporan dan informasi kondisi di lapangan, sementara masyarakat juga dapat ikut berperan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di sekitar jalan.

Ketika sebuah potensi bahaya bisa dikenali lebih awal, penanganan pun dapat dilakukan sebelum menjadi masalah. Dari aduan warga melalui Wadul Guse, petugas bergerak ke lapangan, melakukan pengecekan, dan mengambil langkah pencegahan. Upaya tersebut diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Jember demi menciptakan akses jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (yan)

Galeri Foto