logo ppid jember kim
Oleh : Perumda Perkebunan Kahyangan Jember

Membentuk Budaya karyawan melalui Implementasi 5R Di Lingkungan Kerja Sebagai Syarat Utama dalam Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

  • 20 Oktober 2022
  • Dibaca 3303 Kali
Bagikan Via:
membentuk-budaya-karyawan-melalui-implementasi-5r-di-lingkungan-kerja-sebagai-syarat-utama-dalam-penerapan-sistem-manajemen-mutu-iso-90012015

Membentuk Budaya karyawan melalui Implementasi 5R Di Lingkungan Kerja Sebagai Syarat Utama dalam Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Diruang lobby Kantor Direksi Perumda Pekebunan Kahyangan Jember dilaksanakan kegiatan Bimtek tahap 2 penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Bimbingan teknis oleh tim ahli tersebut diikuti oleh Direksi, Tim Manajemen beserta Staf, baik staf dari Kantor Direksi sendiri maupun perwakilan dari kebun-kebun lingkup Perumda Perkebunan Kahyangan Jember tentang pentingnya sertifikat ISO 9001 guna menjamin kualitas dan Mutu serta kepuasan pelanggan (10/10/2022).

Maksud dan tujuan dilakukan Bimtek adalah dalam rangka mewujudkan komitmen bersama terhadap upaya peningkatan kualitas dan mutu melalui budaya kerja yang berbasis pada 5R sebagai pondasi dasar penerapan ISO 9001: 2015.

5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang berasal dari Jepang yaitu 5S Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke. Dalam bahasa Indonesia, kita bisa menterjemahkan 5S sebagai 5R; Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), Shitsuke yang digunakan oleh manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh.Penamaannya berbeda-beda, Di Jepang menggunakan istilah 5S, sedangkan di Amerika dan Eropa dikenal dengan 5C.

5R merupakan singkatan dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat & Rajin yaitu suatu sistem manajemen Tata Graha (Management Good House Keeping) yang dilakukan untuk mengelola tempat kerja agar menjadi lingkungan yang bersih, aman dan nyaman sehingga menunjang kegiatan pekerjaan kita yang pada akhirnya tujuan dan sasaran yang akan dicapai dapat terpenuhi dengan baik tanpa adanya kondisi abnormal.

Mengutip apa yang disampaikan Pak Joko, tim ahli sekaligus konsultan penerapan ISO 9001:2015 Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Untuk bisa mewujudkan Sertifikasi ISO 9001:2015 maka Perusahaan harus menjalani beberapa tahapan yang menjadi persyaratan selain komitmen bersama yang sudah dilaksanakan beberapa hari yang lalu, yakni implementasikan dulu 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin). Sebelum memulai kegiatan 5R, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengambil foto tempat kerja agar nantinya dapat dibandingkan antara sebelum dan setelah melaksanakan 5R.

Sebagai contoh R1 (RINGKAS) Prinsip Dasarnya adalah Singkirkan dan tanyakan pada pemilik barangnya, artinya menyingkirkan barang-barang yang tidak digunakan ditampung dalam suatu tempat yang dinamai TPS (Tempat Penampungan Sementara) yang dalam penempatannya di TPS nanti akan diklasifikasikan kembali menjadi 3 barang yang hasil akhirnya apakah barang tersebut akan dilakukan Tindakan selanjutnya.

Lantas pak Joko menambahkan Langkah yang dapat dilakukan dalam pelaksanaan Budaya %R berupa R1 (Ringkas) adalah memeriksa lokasi kerja, dengan pertanyaan yang datang atau muncul dari benak kita: - Barang apa ini? - Milik siapa? - Sejak kapan berada di situ? - Mengapa berada di situ? - Apakah masih digunakan? Seberapa sering dipakai? Hasil yang diharapkan yaitu efesiensi waktu untuk mencari lokasi barang atau dokumen/file dan lain-lainnya. Imbuhnya.

Direktur Umum dan Keuangan Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Leny puspitasari, S.E menjelaskan Bahwa sasaran menerapkan 5R dalam Penyamaan Pola piker dan perubahan pola budaya kerja di Perusahaan.

Kemudian beliau melanjutkan Penerapkan 5R harus dilakukan secara sistematis karena pada intinya 5R bukanlah suatu standar tetapi lebih kearah pembentukan budaya kerja seluruh karyawan di Perumda Perkebunan Kahyangan Jember. Tutupnya.