logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

117 KK di Pondokrejo Tempurejo Kesulitan Air, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter

  • 03 Oktober 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
117-kk-di-pondokrejo-tempurejo-kesulitan-air-bpbd-jember-salurkan-5000-liter-20261003

117 KK di Pondokrejo Tempurejo Kesulitan Air, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter

JEMBER, 03 OKTOBER 2026– Dampak musim kemarau masih dirasakan sejumlah warga di Kabupaten Jember. Sebanyak 117 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumberjo, Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menindaklanjuti permohonan pemerintah desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan distribusi air bersih ke wilayah tersebut, Sabtu 03 Oktober 2026.

Penyaluran tersebut merupakan distribusi air bersih pertama untuk penanganan dampak kekeringan di Dusun Sumberjo. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan dan ditampung pada tandon yang telah tersedia di lokasi.

Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Naringga Putra Manggala, mengatakan distribusi dilakukan setelah pihaknya menerima permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Pondokrejo.

“Tim bergerak menuju lokasi untuk melakukan koordinasi sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat. Setelah itu, kami melakukan distribusi sebanyak 5.000 liter ke tandon yang tersedia,” ujar Naringga.

Berdasarkan pendataan di lapangan, masyarakat terdampak tersebar di tiga wilayah. Sebanyak sekitar 45 KK berada di RT 02/RW 05, sekitar 50 KK di RT 03/RW 05, serta 22 KK di RT 03/RW 04. Total terdapat 117 KK yang membutuhkan pasokan air bersih.

Dalam pelaksanaan kegiatan, TRC BPBD Jember tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi dampak musim kemarau.

Tim BPBD bergerak menuju lokasi sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah melakukan koordinasi dengan perangkat desa, RT/RW, dan masyarakat, distribusi air bersih dilakukan menggunakan tangki berkapasitas 5.000 liter.

Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala berarti.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali dengan kapasitas tangki 5.000 liter selama kebutuhan warga masih belum terpenuhi.

Namun, BPBD juga mendorong adanya solusi jangka panjang. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor yang dapat menjadi sumber air bagi masyarakat di wilayah terdampak.

“Distribusi air merupakan penanganan sementara. Untuk memenuhi kebutuhan warga dalam jangka panjang, kami merekomendasikan pembangunan sumur bor dan koordinasi dengan dinas terkait,” jelas Naringga.

BPBD Jember selanjutnya meneruskan kondisi tersebut kepada pihak terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, terutama terkait penyediaan sumber air yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Penanganan kekeringan di Pondokrejo menjadi bagian dari upaya BPBD Jember memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Distribusi air bersih akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat terdampak. (bob)

Galeri Foto