30.000 Liter Air Sudah Disalurkan, Warga Patrang Masih Dibayangi Krisis Air Bersih
- 12 Oktober 2026
- Dibaca 52 Kali
Bagikan Via:
30.000 Liter Air Sudah Disalurkan, Warga Patrang Masih Dibayangi Krisis Air Bersih
JEMBER, 12 OKTOBER 2026 – Krisis air bersih masih menghantui warga Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Sejak Agustus 2026, sejumlah warga mengeluhkan sumur yang mulai mengering dan sumber air yang tidak lagi layak digunakan. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga menempuh jarak sekitar satu kilometer menuju sungai demi mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih pada Senin, 12 Oktober 2026. Dalam distribusi ke-7 tersebut, BPBD mengirimkan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu warga terdampak di Lingkungan Cangkring dan Lingkungan Krajan, Kelurahan Patrang.
Berdasarkan pendataan, sebanyak 135 kepala keluarga (KK) terdampak kekurangan air bersih di kedua lingkungan tersebut. Rinciannya, di Lingkungan Cangkring, RT 002 RW 003 terdapat 50 KK terdampak dari total 64 KK, sedangkan di RT 001 RW 003 terdapat 65 KK terdampak dari total 80 KK. Sementara itu, di Jalan Srikoyo, Lingkungan Krajan, RT 004 RW 009, tercatat 20 KK terdampak.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air, tetapi juga menyangkut akses masyarakat terhadap air yang layak untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ketika sumur warga mulai mengering, masyarakat harus mencari sumber alternatif dengan jarak yang cukup jauh. Situasi tersebut berpotensi menambah beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi dan keperluan rumah tangga.
Perwakilan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Didi Teguh Dwi Santoso, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Penyaluran air bersih ini merupakan upaya untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat sumur yang mengering dan tidak layak digunakan. Kami juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat, sehingga persediaan yang ada dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Didi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas BPBD menyalurkan 5.000 liter air bersih ke tandon-tandon yang tersedia. Sebanyak empat unit tandon milik BPBD disiapkan untuk mendukung penampungan dan distribusi air kepada masyarakat.
Hingga 12 Oktober 2026, total air bersih yang telah disalurkan ke lokasi terdampak dalam rangkaian kegiatan tersebut mencapai 30.000 liter. Meski bantuan terus diberikan, kebutuhan air bersih warga masih memerlukan penanganan secara berkelanjutan selama dampak musim kemarau belum teratasi.
BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan setiap empat hari sekali menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Selain itu, penanganan lebih lanjut juga perlu diteruskan kepada dinas terkait untuk mencari solusi atas persoalan ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.
Kegiatan distribusi ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta usulan penyediaan air bersih dari Kelurahan Patrang.
Di tengah berlanjutnya musim kemarau, distribusi air bersih menjadi langkah penanganan darurat untuk membantu masyarakat. Namun, kebutuhan warga terhadap akses air bersih yang aman dan berkelanjutan tetap menjadi persoalan penting yang memerlukan perhatian lintas instansi, terutama bagi masyarakat yang masih harus menempuh jarak jauh untuk memperoleh air. (bob)