77 KK Terdampak Kekeringan, BPBD Jember Kembali Distribusikan Air Bersih di Kalisat
- 19 Agustus 2026
- Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
77 KK Terdampak Kekeringan, BPBD Jember Kembali Distribusikan Air Bersih di Kalisat
JEMBER, 19 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali bergerak menangani dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Rabu 19 Agustus 2026. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.
Distribusi tersebut merupakan penyaluran air bersih ke-18 di wilayah terdampak. Bantuan menyasar dua lokasi, yakni Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Desa Sumberjeruk. Berdasarkan hasil asesmen, terdapat sekitar 77 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan pasokan air bersih.
Di Dusun Kidul, dampak kekeringan tercatat di RT 01 RW 08 dengan sekitar 20 KK terdampak dari total 145 KK. Sementara di RT 01 RW 06 terdapat sekitar 15 KK yang membutuhkan bantuan dari total 25 KK.
Kondisi serupa juga terjadi di Dusun Karangpring. Di RT 02 RW 01 tercatat sekitar 22 KK terdampak dari total 220 KK, sedangkan di RT 03 RW 01 terdapat sekitar 20 KK yang membutuhkan pasokan air bersih dari total 80 KK.
Kondisi kekeringan tersebut merupakan dampak dari musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan sumber air masyarakat menurun. Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, masyarakat di wilayah terdampak membutuhkan dukungan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penanganan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta surat permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Sumberjeruk.
Pada Rabu pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, TRC BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi dan langsung melakukan distribusi bantuan. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke tandon-tandon yang telah tersedia serta kepada masyarakat terdampak di dua dusun tersebut.
TRC BPBD Kabupaten Jember, Teguh Adi Prasetyo, mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
“Kami melihat kebutuhan air bersih masyarakat di dua dusun ini masih cukup tinggi. Karena itu, BPBD melakukan distribusi untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama untuk keperluan sehari-hari,” ujar Teguh.
Menurutnya, distribusi air bersih akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. Pemantauan terhadap kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
“Kami terus melakukan pemantauan bersama perangkat desa, RT dan RW. Bantuan air bersih ini sifatnya untuk membantu masyarakat selama sumber air belum mencukupi. Kami juga mengimbau warga agar menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan untuk kebutuhan yang paling penting,” tambahnya.
Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Jember berkoordinasi dengan perangkat desa, RT/RW, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan bantuan dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.
Berdasarkan hasil penanganan, BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih ke lokasi terdampak dilakukan setiap tiga hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter. Frekuensi tersebut akan disesuaikan dengan kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan kondusif tanpa kendala. Setelah proses distribusi selesai, tim BPBD kembali ke Mako pada pukul 13.00 WIB.
Distribusi air bersih di Desa Sumberjeruk menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadapi dampak kekeringan. Selain pemenuhan kebutuhan air melalui bantuan tangki, pemantauan kondisi wilayah dan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar.
Dengan distribusi secara berkala dan keterlibatan aktif perangkat desa serta masyarakat, diharapkan kebutuhan air bersih warga di Dusun Kidul dan Dusun Karangpring dapat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. BPBD Jember juga terus mendorong kesiapsiagaan masyarakat agar mampu menghadapi dampak kekeringan secara lebih baik. (bob)