logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Akselerasi Integrasi Layanan Primer: Langkah Puskesmas Banjarsengon Perkuat Ketahanan Kesehatan Warga

  • 07 April 2026
  • Dibaca 182 Kali
Bagikan Via:
akselerasi-integrasi-layanan-primer-langkah-puskesmas-banjarsengon-perkuat-ketahanan-kesehatan-warga-20260421

Akselerasi Integrasi Layanan Primer: Langkah Puskesmas Banjarsengon Perkuat Ketahanan Kesehatan Warga

​JEMBER, 7 APRIL 2026 – Puskesmas Banjarsengon terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan kegiatan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang bertempat di Posyandu Alamanda 66, Lingkungan Kebon Kidul, Kelurahan Banjarsengon, pada Selasa, 7 April 2026.

​Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.30 WIB ini merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional yang mengedepankan siklus hidup. Di bawah koordinasi langsung Kepala Puskesmas Banjarsengon, drg. Driana Desy Purwiningsih, M.Kes., layanan ini bertujuan untuk mendekatkan akses skrining kesehatan dan pemantauan medis kepada masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia.

​Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan, Wahyu Anita, A.Md. Keb. dan Muhammad Firman Hamdani, S.Kep., Ns., memberikan pelayanan yang terintegrasi. Berbeda dengan posyandu konvensional, ILP di Posyandu Alamanda 66 melayani sasaran yang lebih luas, meliputi Ibu Hamil, Remaja, Dewasa, Bayi, Balita, hingga Lansia.

​"ILP bukan sekadar rutinitas penimbangan, melainkan garda terdepan dalam mendeteksi dini faktor risiko kesehatan pada setiap tahap usia. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun kelompok umur yang terlewatkan dalam pengawasan medis," ujar Wahyu Anita.

​Salah satu fokus utama dalam agenda ini adalah pemberdayaan masyarakat untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Melalui pendampingan intensif bagi ibu hamil dan pemantauan tumbuh kembang bayi/balita secara berkala, Puskesmas Banjarsengon berupaya mencegah terjadinya komplikasi kehamilan serta masalah gizi buruk seperti stunting.

​Selain itu, para remaja diberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pola hidup sehat sebagai investasi jangka panjang. Sementara bagi kelompok dewasa dan lansia, petugas melakukan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah guna memastikan produktivitas di usia senja tetap terjaga.

​Lokasi kegiatan di Lingkungan Kebon Kidul tampak dipadati warga yang antusias mengikuti setiap rangkaian pemeriksaan. Sinergi antara petugas kesehatan, kader posyandu, dan tokoh masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan acara ini. Dengan adanya ILP, diharapkan kesadaran masyarakat Banjarsengon terhadap pentingnya deteksi dini kesehatan semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (sgk)

Galeri Foto