Bupati Jember Gus Fawait Terima Tamu Non-Muslim di Hari Kedua Lebaran, Tekankan Silaturahmi tanpa Sekat
- 23 Maret 2026
- Dibaca 146 Kali
Bagikan Via:
Bupati Jember Gus Fawait Terima Tamu Non-Muslim di Hari Kedua Lebaran, Tekankan Silaturahmi tanpa Sekat
JEMBER, 23 MARET 2026 – Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait kembali menunjukkan sikap keterbukaan dan egaliter saat menerima tamu di kediaman pribadinya pada hari kedua Idul Fitri, Senin, 23 Maret 2026. Berbagai kalangan masyarakat hadir, termasuk tamu dari kalangan non-Muslim, yang disambut dengan hangat tanpa pembatasan apa pun.
Dalam kegiatan silaturahmi yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut, Gus Fawait menerima tamu dari beragam elemen masyarakat. Mulai dari pejabat pemerintah, petani, tokoh agama, hingga warga biasa dari latar belakang berbeda. Yang menonjol, tamu non-Muslim turut hadir dan duduk berdampingan dengan tamu Muslim lainnya. Mereka menikmati hidangan yang sama, di tempat yang sama, dan tanpa sekat sosial maupun keagamaan.
“Hari kedua lebaran di kediaman kami berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Kami menerima tamu dari berbagai elemen masyarakat mulai dari pejabat, petani, tokoh agama, hingga saudara-saudara kita dari berbagai latar belakang, baik Muslim maupun non-Muslim. Semua duduk bersama, menikmati hidangan yang sama, di tempat yang sama, tanpa sekat,” ujarnya.
Menurut Gus Fawait, kegiatan silaturahmi ini bukan sekadar rutinitas Lebaran, melainkan wujud nyata komitmen untuk menyatukan masyarakat. “Karena bagi kami, silaturahmi adalah tentang menyatukan, bukan membedakan,” ujarnya. Pesan tersebut langsung tercermin dalam suasana yang terlihat di kediaman bupati, di mana tamu dari berbagai latar belakang berbaur dengan riang, berbincang, dan berbagi makanan tanpa ada rasa canggung.
Sikap Gus Fawait yang egaliter ini mendapat apresiasi luas di kalangan masyarakat Jember. Sebagai bupati yang kerap menekankan harmoni kebangsaan, langkahnya pada hari kedua Lebaran ini dianggap sebagai contoh konkret bagaimana seorang pemimpin daerah dapat menjembatani perbedaan. Tidak ada perlakuan khusus antarkelompok; semua tamu diperlakukan setara, baik dalam penyambutan maupun dalam hidangan yang disajikan.
Dalam konteks Jember yang heterogen, terdiri dari beragam suku, agama, dan golongan, inisiatif seperti ini dinilai strategis untuk memperkuat kerukunan. Gus Fawait yang dikenal dekat dengan berbagai tokoh lintas agama sejak awal kepemimpinannya, kembali membuktikan konsistensinya. Sebelumnya, ia juga kerap menggelar kegiatan yang melibatkan tokoh agama non-Muslim, termasuk pemberian insentif bagi guru-guru agama lintas keyakinan.
Warga yang hadir, baik Muslim maupun non-Muslim, terlihat nyaman berinteraksi. Sejumlah petani dari pelosok kecamatan, pejabat daerah, hingga keluarga-keluarga non-Muslim dari komunitas Tionghoa dan Kristen di Jember turut serta. Suasana kehangatan tersebut menjadi bukti bahwa Lebaran di Jember bukan hanya milik umat Muslim, melainkan momentum kebersamaan seluruh warga.
Gus Fawait sendiri menyampaikan harapan agar kebersamaan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat persaudaraan. “Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.
Kegiatan silaturahmi hari kedua Lebaran ini menjadi sorotan karena kesederhanaan sekaligus inklusivitasnya. Berbeda dengan open house resmi di pendapa yang kadang terbatas, Gus Fawait memilih menerima tamu di kediaman pribadi untuk menciptakan suasana lebih akrab dan personal. Hal ini semakin menguatkan citranya sebagai bupati yang dekat dengan rakyat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta toleransi.
Hingga sore hari, tamu terus berdatangan. Tidak ada catatan keluhan atau ketidaknyamanan. Semua berjalan lancar, penuh senyuman, dan saling sapa. Hal ini menjadi sinyal kuat bagi masyarakat Jember bahwa di bawah kepemimpinan Gus Fawait, daerah ini terus menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini mencerminkan komitmen nyata seorang pemimpin lokal dalam memupuk toleransi. Di tengah tantangan keragaman yang kerap menjadi isu sensitif, langkah kecil namun bermakna seperti menerima tamu non-Muslim dengan setara di hari raya besar umat Islam menjadi teladan yang patut diapresiasi.
Dengan demikian, Gus Fawait tidak hanya menjadi bupati administratif, melainkan juga tokoh keterbukaan yang secara konsisten membangun Jember yang bersatu, egaliter, dan penuh kasih. Masyarakat berharap semangat ini terus berlanjut di berbagai program pembangunan mendatang. (aji)