logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Aksi Laskar Jahanam dan Pedagang Pasar Tanjung Berujung Dialog, Pemkab Jember Buka Ruang Keterlibatan Pedagang

  • 01 Oktober 2026
  • Dibaca 54 Kali
Bagikan Via:
aksi-laskar-jahanam-dan-pedagang-pasar-tanjung-berujung-dialog-pemkab-jember-buka-ruang-keterlibatan-pedagang-20261001

Aksi Laskar Jahanam dan Pedagang Pasar Tanjung Berujung Dialog, Pemkab Jember Buka Ruang Keterlibatan Pedagang

JEMBER, 01 OKTOBER 2026 - Aksi unjuk rasa yang dilakukan Laskar Jahanam bersama pedagang Pasar Tanjung di Pendopo Bupati dan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Rabu 30 September 2026, berujung pada dialog bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Persiapan Penataan Pasar Tanjung.

Aksi yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.43 WIB tersebut diikuti sekitar 300 orang dengan koordinator lapangan Dwi Agus Budianto, S.P., Ketua Laskar Jahanam. Massa menyampaikan aspirasi terkait rencana penertiban, penataan kawasan, rekayasa lalu lintas, serta jam operasional pedagang di kawasan Pasar Tanjung.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember turut melakukan pemantauan terhadap jalannya aksi sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan menjaga situasi tetap kondusif.

Massa membawa sejumlah spanduk dan menyuarakan tuntutan, antara lain meminta pemerintah bertanggung jawab terhadap kepentingan pedagang dan lingkungan Pasar Tanjung, menindak dugaan pelanggaran dan pungutan liar, menghentikan diskriminasi serta monopoli kepentingan, dan memastikan setiap langkah penertiban disertai solusi.

Sekitar pukul 09.32 WIB, massa melakukan orasi secara bergantian. Selanjutnya, Kabid Trantibum Satpol PP Jember Herwindo Tri Rahadi, S.Sos., menyampaikan bahwa Bupati Jember sedang berada di Jakarta untuk menjalankan agenda pemerintahan. Massa kemudian diarahkan menuju lingkungan Pemkab Jember untuk bertemu Tim Satgas apabila hendak menyampaikan aspirasi secara langsung.

Setelah istirahat, salat, dan makan, dialog akhirnya berlangsung sekitar pukul 11.43 WIB. Tim yang menemui massa terdiri atas Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, S.Sos., sejumlah pimpinan dan anggota DPRD, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Jember Dra. Sartini, M.M., Kepala Bakesbangpol Jember Indra Tri Purnomo, S.STP., M.Si., Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Syamsu Rijal, S.H., M.H., Plt. Kepala PUPR Danang Andriasmara, S.T., M.Si., Kepala Dishub Jember Gatot Triyono, A.Md.LLAJ., S.T., M.Si., serta Kasatpol PP Adi Wijaya S., S.TP.

Dalam dialog tersebut, Plt. Kepala PUPR Danang Andriasmara menjelaskan bahwa Tim Satgas dibentuk sebagai wadah koordinasi untuk menerima masukan dari para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan aktivitas di kawasan Pasar Tanjung.

Tim Satgas juga bertugas menyusun rencana aksi dan skema penataan kawasan, melakukan sosialisasi rekayasa lalu lintas serta penataan pedagang, dan melaporkan perkembangan pelaksanaan kepada Bupati Jember secara berkala.

Untuk memperkuat keterwakilan pedagang, pihak Jalan Samanhudi dan Jalan Untung Suropati diminta masing-masing mengusulkan satu orang perwakilan untuk dimasukkan sebagai anggota Tim Satgas.

Ketua Laskar Jahanam Dwi Agus Budianto menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya telah mengajukan permohonan hearing kepada DPRD Jember. Ia meminta agar Laskar Jahanam dan seluruh kelompok pedagang dilibatkan dalam pembahasan penataan Pasar Tanjung.

Menurutnya, persoalan jam operasional pedagang pickup atau bajongan juga perlu mendapat kejelasan. Ia mengusulkan agar aktivitas pedagang tersebut tetap dapat berlangsung hingga pukul 19.00 WIB dengan mempertimbangkan kondisi pembeli.

Dwi juga meminta agar langkah-langkah penataan yang berpotensi menimbulkan konflik tidak dilakukan sebelum komunikasi dengan seluruh pihak terbangun. Ia menegaskan tujuan utama pihaknya adalah mencari solusi agar tidak ada kelompok yang dirugikan.

Sementara itu, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyampaikan bahwa penataan bukan dimaksudkan untuk melarang masyarakat berjualan, melainkan menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas masyarakat. Ia mengakui adanya miskomunikasi dalam audiensi sebelumnya karena terdapat pedagang yang belum menerima undangan.

Halim juga mengusulkan agar perwakilan pedagang pickup/bajongan dilibatkan dalam Tim Satgas serta Laskar Jahanam dan perwakilan pedagang turut diikutsertakan dalam pembahasan berikutnya.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember Indra Tri Purnomo menyampaikan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari dinamika kehidupan demokrasi yang perlu dikelola secara terbuka dan bertanggung jawab. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen menjaga ruang dialog agar setiap masukan dari pedagang dan masyarakat dapat disampaikan secara tertib serta menjadi bahan pertimbangan dalam proses penataan Pasar Tanjung.

“Kami mengedepankan deteksi dini, komunikasi, dan koordinasi dengan seluruh pihak. Harapannya, setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog sehingga tidak berkembang menjadi konflik dan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Hingga sekitar pukul 12.06 WIB, massa masih berada di depan Kantor Pemkab Jember sembari menunggu penyusunan dan finalisasi berita acara hasil dialog. Selanjutnya, pada pukul 12.43 WIB massa meninggalkan lokasi dan seluruh rangkaian aksi berakhir.

Dari pemantauan Bakesbangpol Jember, aksi tersebut pada dasarnya merupakan penyampaian aspirasi mengenai penataan kawasan Pasar Tanjung. Massa tidak menyatakan penolakan terhadap penataan, tetapi meminta agar prosesnya dilakukan secara dialogis, transparan, dan melibatkan seluruh unsur pedagang.

Keterlibatan perwakilan pedagang dalam Tim Satgas menjadi salah satu poin penting dalam dialog. Sementara persoalan jam operasional, keterwakilan kelompok pedagang, serta dampak penataan terhadap aktivitas perdagangan masih menjadi hal yang perlu dibahas lebih lanjut. (but)

Galeri Foto