ASN Kelurahan Wirolegi Dukung Kebijakan Publikasi Potensi Daerah: Wajar dan Tak Memberatkan!
- 12 Juni 2026
- Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
ASN Kelurahan Wirolegi Dukung Kebijakan Publikasi Potensi Daerah: Wajar dan Tak Memberatkan!
JEMBER, 11 JUNI 2026 – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember yang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turut mempublikasikan potensi daerah melalui media sosial, beberapa hari ini mendapat banyak komentar, baik pro maupun kontra berseliweran membahas kebijakan itu.
Namun, tak sedikit yang menganggap bahwa kebijakan tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak sedikitpun memberatkan. Salah satunya disampaikan oleh Rizki Rahayu, ASN Kelurahan Wirolegi yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Menurut Rizki Rahayu, kebijakan tersebut merupakan langkah positif yang dapat membantu memperkenalkan berbagai potensi dan keunggulan Kabupaten Jember kepada masyarakat yang lebih luas. Ia menilai, dari upaya itu ASN memiliki peran penting dalam mendukung promosi daerah, terutama di era digital saat ini.
“Kebijakan ini sangat positif bagi Kabupaten Jember. Sebagai ASN, ini momentum bagi kita untuk ikut serta secara aktif mempromosikan keunggulan daerah,” ujarnya, saat ditemui di Kantor Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Rabu 10 Juni 2026.
Rizki juga menanggapi munculnya anggapan yang menyebut ASN dijadikan buzzer kepala daerah melalui kebijakan tersebut. Menurutnya, persepsi itu tidak tepat karena informasi yang dibagikan ASN lebih berfokus pada potensi daerah dan capaian pembangunan Kabupaten Jember.
“Tentu tidak benar. Konten yang dibagikan murni mengangkat potensi Kabupaten Jember agar dikenal lebih luas, bukan untuk mempromosikan pribadi Bupati,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rahayu menilai kebijakan tersebut tidak menambah beban kerja ASN. Sebaliknya, ia menganggap publikasi potensi daerah merupakan bentuk kontribusi ASN kepada masyarakat dan daerah yang selama ini menjadi tempat mereka mengabdi.
“Sama sekali tidak memberatkan. Kita digaji dari APBD, jadi sudah sepatutnya ikut berkontribusi memperkenalkan potensi dan kemajuan daerah sendiri,” katanya.
Dari sisi teknis, menurut Rizki, pelaksanaannya juga sangat sederhana. ASN hanya perlu membagikan informasi positif terkait Jember melalui platform media sosial yang dimiliki masing-masing.
“Sangat mudah, hanya membagikan informasi positif seputar Jember di media sosial. Aktivitas ini jauh lebih ringan dibanding waktu yang biasa dihabiskan untuk sekrol TikTok,” ujarnya.
Rizki berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga potensi Kabupaten Jember semakin dikenal luas. Ia juga berharap masyarakat dapat memahami tujuan dari kebijakan tersebut secara utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai opini yang menyesatkan.
“Saya berharap program ini terus berlanjut agar Jember makin dikenal luas. Semoga kedepan tidak ada lagi pihak yang memelintir kebijakan ini, dan semua pihak bisa memahami esensi tugasnya terlebih dahulu,” pungkasnya.(fat)