logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Museum Huruf Sumbersari Jadi Destinasi Wisata Edukasi, Pendukung Literasi Generasi Muda Jember

  • 15 Maret 2026
  • Dibaca 248 Kali
Bagikan Via:
museum-huruf-sumbersari-jadi-destinasi-wisata-edukasi-pendukung-literasi-generasi-muda-jember-20260315

Museum Huruf Sumbersari Jadi Destinasi Wisata Edukasi, Pendukung Literasi Generasi Muda Jember

JEMBER, 15 MARET 2026 - Di tengah kawasan kampus Universitas Jember yang ramai, Museum Huruf di Jalan Bengawan Solo No 27, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, kini menjelma sebagai daya tarik wisata edukatif yang unik.

Museum swasta ini tidak sekadar menyimpan koleksi huruf dan aksara dari berbagai peradaban dunia, melainkan juga menjadi jembatan bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk memahami akar literasi manusia di era digital saat ini.

Berbeda dengan museum konvensional yang hanya menampilkan artefak, Museum Huruf sengaja dirancang sebagai ruang interaktif yang mengaitkan sejarah tulisan dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.

Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana aksara klasik Mesir, Cina, dan Romawi bertransformasi hingga menyentuh aksara Nusantara seperti Hanacaraka, Lampung, dan Bugis. Koleksi tersebut menjadi bukti nyata bahwa huruf bukan hanya alat komunikasi, melainkan pembawa nilai budaya dan pengetahuan lintas zaman.

Pemilik museum, Eri Wijayanto, menegaskan bahwa kehadiran museum ini sengaja untuk mengcounter dominasi teknologi digital yang cenderung melupakan akar literasi tradisional.

“Kami ingin generasi muda Jember tidak hanya pintar menggunakan gadget, tetapi juga paham bagaimana huruf-huruf ini menjadi fondasi peradaban. Setiap aksara menyimpan cerita tentang bagaimana manusia menyampaikan gagasan, hukum, hingga puisi,” ujar Eri saat ditemui media ini, Minggu, 15 Maret 2026.

Menurutnya, lokasi museum yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari gerbang Universitas Jember membuatnya mudah diakses mahasiswa dari berbagai fakultas.

Banyak mahasiswa yang datang tidak hanya untuk tugas kuliah sejarah atau bahasa, melainkan juga untuk sekadar merenungkan bagaimana aksara Nusantara pernah menjadi media penyebaran agama dan budaya di kepulauan.

Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, melihat Museum Huruf sebagai nilai tambah strategis bagi wilayahnya yang sudah dikenal sebagai pusat pendidikan Jember.

“Kawasan Sumbersari semakin lengkap dengan kehadiran museum ini. Selain mendukung kegiatan akademik, museum menjadi destinasi wisata edukasi yang bisa menarik kunjungan wisatawan dari luar daerah,” katanya.

Deni berharap museum ini terus berkembang, mungkin dengan menambah koleksi digital atau program workshop menulis aksara bagi pelajar SD hingga SMA.

“Ini bukan hanya soal wisata, tapi investasi jangka panjang untuk literasi budaya. Anak-anak Jember harus bangga dengan warisan aksara Nusantara sambil tetap siap menghadapi dunia global,” tambahnya.

Dengan konsep sederhana namun mendalam, Museum Huruf kini menjadi contoh bagaimana sebuah inisiatif kecil di kota pendidikan mampu memberikan kontribusi besar.

Bukan hanya melestarikan sejarah huruf, museum ini juga turut memperkuat posisi Kabupaten Jember sebagai kawasan yang menggabungkan pendidikan tinggi dengan pengembangan wisata berbasis budaya.

Potensi ini diharapkan semakin terbuka seiring semakin banyaknya kunjungan dari pelajar dan wisatawan yang ingin “membaca” kembali jejak peradaban manusia. (aji)

Galeri Foto