logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Tradisi Manten Tebu PG Semboro Kembali Digelar, Warisan Budaya Jember Tetap Lestari

  • 11 Mei 2026
  • Dibaca 181 Kali
Bagikan Via:
tradisi-manten-tebu-pg-semboro-kembali-digelar-warisan-budaya-jember-tetap-lestari-20260512

Tradisi Manten Tebu PG Semboro Kembali Digelar, Warisan Budaya Jember Tetap Lestari

JEMBER, 11 MEI 2026 – Tradisi Manten Tebu kembali digelar di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, pada 09 Mei 2026 sebagai ritual adat tahunan yang menandai dimulainya musim giling tebu di PG Semboro. Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat agraris di kawasan Semboro sekaligus simbol rasa syukur atas hasil panen tebu.

Prosesi Manten Tebu diawali dengan arak-arakan tebu pengantin dari lahan desa menuju Pabrik Gula Semboro. Batang tebu pilihan dihias menyerupai pasangan pengantin dan diiringi masyarakat, pekerja pabrik, serta kelompok seni budaya menuju area pabrik gula. Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk doa dan harapan agar musim giling berjalan lancar, hasil produksi meningkat, serta seluruh pekerja diberikan keselamatan selama proses berlangsung.

Kegiatan budaya tersebut turut dihadiri Camat Semboro Ahmad Fauzi, Danramil Semboro, Kapolsek Semboro, Kepala Desa Semboro, General Manager PG Semboro, jajaran manajer, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga sekitar. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi budaya lokal yang masih hidup di tengah perkembangan industri modern.

Suasana prosesi semakin meriah dengan penampilan kesenian jaranan Turonggo Seto yang menghibur masyarakat di sepanjang jalur arak-arakan. Atraksi para penari dengan iringan musik tradisional menghadirkan nuansa budaya khas Jawa yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong. Warga tampak antusias menyaksikan jalannya tradisi yang menjadi agenda budaya tahunan masyarakat Semboro tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan Agung Nugroho, S.Sos. mengatakan bahwa Tradisi Manten Tebu memiliki nilai budaya yang penting untuk terus dilestarikan. Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya seremoni pembukaan musim giling, melainkan juga bagian dari warisan budaya masyarakat Jember yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Tradisi Manten Tebu merupakan warisan budaya yang mengandung nilai kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap hasil bumi. Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda agar identitas budaya lokal tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ujar Agung Nugroho.

Ia menambahkan bahwa pelestarian budaya daerah menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri. Melalui kegiatan budaya seperti Manten Tebu, masyarakat tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat jati diri daerah serta mempererat hubungan sosial antarwarga.

Tradisi Manten Tebu di Semboro menjadi bukti bahwa budaya lokal di Kabupaten Jember masih tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. Selain menjadi simbol dimulainya musim giling tebu, tradisi ini juga menjadi ruang pertemuan budaya yang memperlihatkan kekayaan tradisi dan semangat gotong royong masyarakat Jember. (af)

Galeri Foto