logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Bakesbangpol Dorong Partisipasi Politik Generasi Muda

  • 21 Juli 2026
  • Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
bakesbangpol-dorong-partisipasi-politik-generasi-muda-20260721

Bakesbangpol Dorong Partisipasi Politik Generasi Muda

JEMBER, 21 JULI 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember menggelar kegiatan Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula dengan mengusung tema “Generasi Muda dan Partisipasi dalam Pembangunan Bangsa: Masa Depan Demokrasi Ada di Tanganmu” di Aula Nusantara Kantor Bakesbangpol Kabupaten Jember, Selasa 21 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung sejak 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB tersebut diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Jember, yakni SMAN 1 Jember, SMAN 2 Jember, SMAN 3 Jember, SMKN 2 Jember, SMKN 4 Jember, dan SMKN 5 Jember. Pendidikan politik ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi politik generasi muda sekaligus mempersiapkan pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Hadir mewakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jember, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Kabupaten Jember, Dwi Handarisasi, S.Psi., M.Si., yang sekaligus membuka acara secara resmi. Turut hadir sebagai narasumber Prof. Agus Trihartono, Ph.D., Akademisi Universitas Jember, serta Dr. Evi Lestari, S.E., M.Si., Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D). Sementara itu, sesi diskusi dipandu oleh Akbar Fahreza, S.H., dari Bawaslu Kabupaten Jember.

Dalam sambutannya, Dwi Handarisasi menyampaikan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa dan keberlanjutan demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan politik perlu diberikan sejak dini agar para pelajar tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif di tengah masyarakat.

“Pemilih pemula memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan demokrasi. Kami berharap para siswa dan siswi dapat menjadi generasi yang tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar, mampu berpikir kritis, serta aktif berpartisipasi dalam pembangunan bangsa,” ujar Dwi Handarisasi saat membuka kegiatan.

Ia menambahkan, Bakesbangpol Kabupaten Jember terus berkomitmen membangun budaya demokrasi yang sehat melalui berbagai program pendidikan politik, khususnya bagi generasi muda yang dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi kelompok pemilih terbesar di Indonesia.

Pada sesi materi pertama, Prof. Agus Trihartono, Ph.D., mengajak para peserta memahami makna demokrasi yang sesungguhnya. Menurutnya, demokrasi bukan sekadar tentang memilih pemimpin saat pemilu, tetapi tentang siapa yang memiliki suara dalam menentukan masa depan bersama.

“Demokrasi adalah memastikan bahwa rakyat memiliki hak untuk mengawasi pemimpin. Demokrasi bukan hanya hak untuk bicara, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk berpikir,” tegas Agus.

Ia menjelaskan bahwa politik memiliki pengaruh yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari biaya pendidikan, peluang kerja, harga kebutuhan pokok, kualitas layanan kesehatan, perlindungan data pribadi, hingga regulasi kecerdasan buatan, semuanya merupakan hasil dari proses politik.

“Ketika kita tidak peduli pada politik, politik tetap memengaruhi hidup kita. Karena itu, generasi muda harus peduli dan mengambil peran,” tambahnya.

Agus juga menekankan pentingnya kemampuan abad ke-21 dalam menjaga demokrasi, seperti berpikir kritis, memverifikasi informasi, menghargai perbedaan, dan membangun dialog yang sehat. Menurutnya, sejarah telah menunjukkan bahwa ketika kekuasaan tidak diawasi, penyalahgunaan kewenangan cenderung meningkat.

Ia memaparkan sejumlah gejala melemahnya demokrasi, di antaranya terbatasnya ruang kritik, melemahnya media, berkurangnya transparansi, dan menurunnya partisipasi warga. Meski demikian, ia menegaskan bahwa demokrasi yang sehat bukan berarti tanpa masalah, melainkan sistem yang memungkinkan setiap persoalan diperbaiki secara bersama-sama.

“Demokrasi tidak diwariskan oleh sejarah. Demokrasi diwariskan oleh warga negara yang memilih untuk menjaganya,” ungkap Agus yang disambut antusias para peserta.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Evi Lestari, S.E., M.Si., menyampaikan materi bertajuk “Suara Muda Masa Depan Bangsa”. Dalam paparannya, ia mengajak para pelajar untuk menjadi bagian dari GASPOL atau Generasi Sadar Politik.

Menurut Evi, kesadaran politik tidak harus diwujudkan dengan menjadi politisi. Generasi muda dapat mengambil peran melalui organisasi sekolah, organisasi kampus, komunitas sosial, gerakan lingkungan, literasi digital, hingga pengawasan terhadap kebijakan publik.

“Suara anak muda adalah investasi masa depan bangsa. Jangan pernah merasa bahwa suara kalian tidak penting. Setiap ide, setiap partisipasi, dan setiap kepedulian akan menentukan Indonesia di masa mendatang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak di tengah derasnya arus informasi digital. Kemampuan memilah informasi dan melawan hoaks, menurutnya, menjadi salah satu bentuk partisipasi politik yang relevan di era modern. (but)

Galeri Foto