logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

Sinergi Muspika Panti dan Puskesmas, Menyentuh Ujung Dusun demi Memanusiakan ODGJ

  • 25 April 2026
  • Dibaca 294 Kali
Bagikan Via:
sinergi-muspika-panti-dan-puskesmas-menyentuh-ujung-dusun-demi-memanusiakan-odgj-20260426

Sinergi Muspika Panti dan Puskesmas, Menyentuh Ujung Dusun demi Memanusiakan ODGJ

JEMBER, 25 APRIL 2026 – Kehadiran negara di tengah masyarakat tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dari sejauh mana perhatian diberikan kepada kelompok masyarakat yang paling rentan. Sabtu, 25 April 2026, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Panti menunjukkan komitmen nyata tersebut dengan turun langsung mendampingi tim medis dari Puskesmas Panti melakukan monitoring dan pemeriksaan rutin bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Dusun Gaplek, Desa Suci.

Dusun Gaplek, yang secara geografis memiliki tantangan medan tersendiri, menjadi fokus utama kali ini. Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini melibatkan unsur Camat, Kapolsek, dan Danramil Panti, serta para tenaga kesehatan, perawat jiwa, dan kader kesehatan desa setempat.

Monitoring rutin ini bukan sekadar kunjungan formalitas. Bagi para penderita gangguan jiwa, konsistensi pengobatan dan dukungan psikososial adalah kunci utama menuju pemulihan atau minimal stabilitas kondisi mental. Muspika Panti menyadari bahwa penanganan ODGJ tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak medis semata, melainkan memerlukan dukungan keamanan dan sosial guna memastikan proses pemeriksaan berjalan kondusif.

Dalam kunjungan ke beberapa rumah warga di Dusun Gaplek, tim medis melakukan pengecekan tanda-tanda vital, evaluasi efek samping obat, serta memberikan suntikan neuroleptik bagi pasien yang memang sudah dijadwalkan.

i sisi lain, personil TNI dan Polri yang mendampingi tampak memberikan pendekatan persuasif kepada keluarga pasien. Kehadiran seragam aparat di lokasi bukan untuk memberikan kesan intimidatif, melainkan sebagai bentuk pengayoman dan perlindungan agar keluarga merasa tidak sendirian dalam menghadapi beban sosial dan psikologis merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.

Salah satu misi besar dari pendampingan Muspika ini adalah memastikan tidak ada lagi praktik pemasungan di wilayah Kecamatan Panti, khususnya di daerah terpencil seperti Dusun Gaplek.

Camat Panti, Hendra Kusuma S.Sos M.M, dalam arahannya di sela-sela kegiatan, menekankan bahwa ODGJ adalah warga negara yang memiliki hak yang sama untuk hidup layak dan sehat.

"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan gangguan kesehatan jiwa mendapatkan hak medisnya. Tidak boleh ada lagi stigma negatif, apalagi tindakan tidak manusiawi seperti pemasungan. Dengan sinergi antara Puskesmas dan Muspika, kita pantau terus perkembangannya agar mereka bisa kembali berinteraksi dengan masyarakat secara bertahap," ujarnya.

Masalah utama yang sering ditemui di lapangan adalah kepatuhan minum obat (compliance). Seringkali, keluarga merasa pasien sudah "sembuh" saat gejalanya mereda, lalu menghentikan pengobatan secara sepihak. Hal inilah yang memicu relaps atau kekambuhan yang terkadang disertai tindakan agresif. Di sinilah peran penting monitoring rutin ini; memberikan edukasi literasi kesehatan jiwa kepada pihak keluarga agar mereka memahami bahwa pengobatan jiwa seringkali merupakan perjalanan jangka panjang.

Dusun Gaplek dikenal dengan jalannya yang berkelok dan beberapa titik yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah tim gabungan. Dengan menggunakan kendaraan roda dua, para nakes dan aparat menembus jalur tersebut demi menjangkau pasien yang tinggal di area perkebunan.

Pihak Puskesmas Panti menjelaskan bahwa data pasien di Dusun Gaplek terus diperbarui secara berkala. Selain pemeriksaan fisik dan pemberian obat, tim juga memperhatikan aspek sanitasi dan asupan gizi pasien. Kondisi lingkungan rumah yang bersih dan dukungan keluarga yang hangat terbukti mempercepat proses stabilisasi emosi pasien ODGJ.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini berakhir dengan catatan positif. Sebagian besar pasien yang dikunjungi menunjukkan perkembangan yang stabil. Namun, ada satu-dua pasien yang memerlukan penyesuaian dosis obat karena adanya perubahan perilaku dalam seminggu terakhir. Temuan-temuan medis ini langsung dicatat dalam rekam medis elektronik puskesmas untuk ditindaklanjuti pada kunjungan berikutnya.

Langkah kolaboratif antara Muspika Panti dan Puskesmas ini diharapkan menjadi pemantik bagi terbentuknya "Desa Siaga Sehat Jiwa" di seluruh wilayah Kecamatan Panti. Dengan adanya dukungan dari tingkat kecamatan hingga RT/RW, diharapkan deteksi dini terhadap warga yang mulai menunjukkan gejala gangguan jiwa dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi mereka memburuk. (jha)

Galeri Foto