Bakesbangpol Jember Dukung Beasiswa Cinta Bergema
- 04 April 2026
- Dibaca 178 Kali
Bagikan Via:
Bakesbangpol Jember Dukung Beasiswa Cinta Bergema
JEMBER, 04 APRIL 2026 - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember menegaskan peran strategisnya dalam mengawal program-program prioritas pemerintah daerah, khususnya yang berdampak langsung terhadap penguatan ketahanan sosial masyarakat.
Kepala Bakesbangpol Jember, Lingga Diputra, menyampaikan bahwa realisasi program Beasiswa Cinta Bergema menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat stabilitas sosial di daerah.
Menurut Lingga, program yang digagas oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga memiliki efek jangka panjang terhadap pembinaan ideologi, wawasan kebangsaan, serta pencegahan potensi konflik sosial.
“Bakesbangpol memandang program Beasiswa Cinta Bergema sebagai instrumen penting dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berdaya saing, sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Lingga menambahkan, peningkatan akses pendidikan melalui program beasiswa merupakan bagian dari upaya preventif pemerintah dalam menekan berbagai persoalan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, hingga potensi radikalisme di kalangan generasi muda.
Oleh karena itu, pihaknya mendukung penuh realisasi program tersebut sebagaimana tercantum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025.
Dalam laporan tersebut, bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu memaparkan capaian signifikan, salah satunya melalui program 20 Ribu Beasiswa Cinta Bergema yang telah menjangkau ribuan mahasiswa di Kabupaten Jember. Hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 7.037 mahasiswa telah menerima manfaat program ini.
Distribusi penerima beasiswa dilakukan secara terarah, meliputi 1.579 mahasiswa jalur khusus, 2.532 mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui skema afirmasi ekonomi, serta 1.067 mahasiswa dari kalangan santri dan penghafal Al-Qur’an. Selain itu, program ini juga menyasar kategori prestasi, tenaga pendidik, serta perangkat desa.
Bakesbangpol menilai kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kelompok strategis dalam masyarakat. Hal ini dinilai penting dalam menjaga keseimbangan sosial serta memperkuat kohesi antar elemen masyarakat.
Tidak hanya pada sektor pendidikan, Lingga juga menyoroti kebijakan pemerintah daerah dalam memberikan insentif kepada tenaga sosial dan penggerak masyarakat sebagai langkah memperkuat struktur sosial di tingkat akar rumput.
“Peran guru ngaji, ketua RT/RW, hingga kader posyandu sangat vital dalam menjaga stabilitas sosial. Dukungan anggaran yang diberikan pemerintah merupakan bentuk pengakuan sekaligus penguatan fungsi mereka di tengah masyarakat,” jelasnya.
Tercatat, pemerintah daerah telah menyalurkan anggaran sebesar Rp31,92 miliar kepada 21.399 guru ngaji. Pada awal tahun 2026, realisasi penyaluran telah mencapai 20.699 penerima dengan total anggaran Rp31.048.500.000. Selain itu, Rp67,12 miliar dialokasikan untuk insentif ketua RT/RW, serta Rp52,21 miliar untuk 14.475 kader posyandu.
Lebih lanjut, Bakesbangpol juga menilai program penanganan kemiskinan seperti bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan mencegah potensi konflik akibat kesenjangan ekonomi.
Program RTLH telah menyasar 201 keluarga, sementara BLT diberikan kepada 28.510 warga miskin dan rentan. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok buruh tani tembakau, pekerja pabrik rokok, penyandang disabilitas, serta anak yatim piatu dengan total penerima mencapai 10.980 jiwa.
Lingga menegaskan bahwa seluruh program tersebut memiliki keterkaitan erat dengan tugas dan fungsi Bakesbangpol dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Ketika kesejahteraan masyarakat meningkat dan akses pendidikan terbuka luas, maka potensi gangguan ketahanan sosial dapat diminimalisir. Di sinilah peran Bakesbangpol untuk terus mengawal dan memastikan program-program ini berjalan efektif,” tegasnya.
Ia berharap, sinergi antar perangkat daerah dapat terus diperkuat guna memastikan keberlanjutan program pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Jember.
“Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada satu tujuan, yakni menciptakan masyarakat Jember yang harmonis, sejahtera, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” pungkas Lingga. (but)