Bakesbangpol Jember Ingatkan Mahasiswa Baru: Vape Tak Selalu Aman, Narkoba Bisa Menyamar
- 09 September 2026
- Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
Bakesbangpol Jember Ingatkan Mahasiswa Baru: Vape Tak Selalu Aman, Narkoba Bisa Menyamar
JEMBER , 09 SEPTEMBER 2026 - Ancaman narkoba kini semakin menyasar generasi muda dengan modus yang kian beragam. Tak hanya berbentuk serbuk, pil atau tanaman, zat berbahaya dapat disamarkan dalam produk yang dekat dengan kehidupan anak muda, termasuk liquid vape ilegal.
Pesan tersebut disampaikan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember kepada sekitar 100 mahasiswa baru Universitas Moch. Sroedji Jember dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026–2027, Rabu 09 September 2026.
Melalui Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan, Bakesbangpol Jember menghadirkan Kepala Bidang Mega Wulandari, S.STP., M.M., bersama Desy Herawati untuk memberikan edukasi bertema “Menjadi Teladan Bangsa: Berbagi Ilmu, Membangun Kesadaran dan Berani Berbuat, Cerdas Tanpa Narkoba.”
Mega Wulandari yang juga Ketua P4GN Kabupaten Jember menegaskan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda harus memiliki kemampuan mengenali berbagai bentuk ancaman narkotika sejak dini.
Menurut Mega, pemuda menjadi salah satu kelompok yang rentan karena menghadapi faktor psikologis seperti rasa penasaran, keinginan mengikuti tren, hingga tekanan teman sebaya. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan jaringan peredaran narkotika untuk menarik korban baru.
“Definisi keren jangan sampai salah. Keberanian bukan ditunjukkan dengan mencoba zat terlarang, tetapi dengan berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang membahayakan masa depan,” pesan Mega dalam pemaparannya.
Vape Ilegal Jadi Perhatian
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah perkembangan modus penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektronik.
Produk dengan aroma manis dan tampilan menarik dapat menciptakan kesan seolah-olah aman bagi pengguna. Padahal, liquid vape ilegal berpotensi mengandung zat berbahaya dan narkotika.
Mega menyampaikan temuan pengujian yang menunjukkan dari 546 sampel liquid vape ilegal untuk kepentingan penegakan hukum (pro justitia), sebanyak 517 sampel dinyatakan positif mengandung narkotika.
Ia juga mengingatkan mahasiswa mengenai penyalahgunaan etomidate, obat anestesi medis yang semestinya digunakan dalam layanan kesehatan tetapi dapat disalahgunakan dan dicampurkan secara ilegal ke dalam vape.
Paparan zat tersebut dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari kejang, kehilangan kesadaran, koma hingga berisiko menyebabkan kematian.
Ancaman lain juga datang dari penyalahgunaan obat-obatan tertentu yang seharusnya digunakan berdasarkan indikasi medis. Karena itu, mahasiswa diminta tidak sembarangan menerima, membeli, mencoba, ataupun mengonsumsi produk yang tidak jelas kandungannya.
Jangan Tunggu Jadi Korban
Dalam materi “Menjaga Jarak Aman Lingkungan”, mahasiswa diajak memahami bahwa pencegahan narkoba tidak cukup hanya dilakukan aparat penegak hukum. Kampus, keluarga, lingkungan pertemanan dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ruang yang aman bagi generasi muda.
Mahasiswa juga diingatkan mengenai adanya aturan yang memperketat akses terhadap produk vape, termasuk ketentuan terkait verifikasi identitas dan batas usia sesuai regulasi yang berlaku.
Selain itu, keberadaan kawasan pendidikan harus dijaga agar tidak menjadi ruang peredaran produk berbahaya.
Mega turut menekankan bahwa keterlibatan anak dalam tindak pidana narkotika tetap memiliki konsekuensi hukum. Status sebagai anak tidak berarti terbebas dari proses hukum apabila terbukti terlibat tindak pidana.
Karena itu, pilihan untuk menjaga jarak dari lingkungan pengguna narkoba harus dilakukan sejak awal.
Berani Menolak, Berani Menyelamatkan
Bakesbangpol Jember mendorong mahasiswa baru membangun benteng diri melalui kegiatan positif. Olahraga, seni, aktivitas akademik dan organisasi dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus menjauhkan diri dari lingkungan berisiko.
Mahasiswa juga diminta berani mengucapkan penolakan secara tegas ketika mendapatkan ajakan mencoba narkoba.
Menolak narkoba bukan berarti kehilangan teman, tetapi menyelamatkan masa depan.
Tidak hanya menjaga diri, mahasiswa juga didorong peduli terhadap teman yang mulai menunjukkan indikasi menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Mereka diminta tidak mengucilkan atau mempermalukan korban, tetapi membantu mengarahkan untuk mendapatkan penanganan dan rehabilitasi medis maupun sosial.
Mahasiswa Jadi Garda Pencegahan
Di penghujung kegiatan, Bakesbangpol Kabupaten Jember mengajak mahasiswa membangun Resolusi Pemuda. Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dinilai membutuhkan komitmen bersama dan keteladanan yang dimulai dari diri sendiri.
Mahasiswa baru Universitas Moch. Sroedji Jember diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang berani menyuarakan bahaya narkoba dan menjaga lingkungan masing-masing.
Pesan tersebut kemudian ditutup dengan ikrar bersama yang dipandu kepada para peserta dengan mengepalkan tangan kanan ke atas.
“Jangan pernah menyentuh narkoba. Sekali menyentuh, Anda dalam bahaya selamanya!”
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Moch. Sroedji Jember, Dr. Ir. Suherman, M.T. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber.
Melalui kegiatan PKKMB ini, Bakesbangpol Jember menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang strategis untuk membangun kesadaran generasi muda agar berani mengambil sikap, cerdas mengenali ancaman, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. (but)