logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Putus Rantai Kemiskinan, Bupati Jember Prioritaskan Warga Desil 1 dan 2 Masuk Sekolah Rakyat

  • 10 Juli 2026
  • Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
putus-rantai-kemiskinan-bupati-jember-prioritaskan-warga-desil-1-dan-2-masuk-sekolah-rakyat-20260711

Putus Rantai Kemiskinan, Bupati Jember Prioritaskan Warga Desil 1 dan 2 Masuk Sekolah Rakyat

JEMBER, 09 JULI 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mengurai angka kemiskinan secara struktural melalui jalur pendidikan. Langkah strategis ini diwujudkan lewat percepatan pembangunan Sekolah Rakyat berbasis asrama di kawasan Stadion Jember Sport Garden (JSG), Kecamatan Ajung.

Saat meninjau progres pembangunan pada Kamis sore, 09 Juli 2026, Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa akses pendidikan berkualitas adalah instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dalam jangka panjang.

"Dalam jangka panjang, tidak ada jalan yang lebih efektif untuk mengurai kemiskinan kecuali melalui jalur pendidikan. Anak dari keluarga tidak mampu memiliki kesempatan yang sama untuk sukses jika mereka mendapat ilmu yang layak," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut.

Gus Fawait menjelaskan, konsep Sekolah Rakyat ini mengadopsi kedisiplinan ala militer dan sistem pengasuhan pondok pesantren. Sekolah ini dirancang dengan fasilitas terbaik dan terlengkap di Kabupaten Jember demi mengangkat derajat para siswa dari keluarga prasejahtera.

Berbeda dengan sekolah unggulan pada umumnya, Gus Fawait membalik urutan prioritas penerimaan siswa. Kuota utama sekolah ini tidak ditujukan bagi anak dengan nilai akademik tertinggi, melainkan khusus untuk warga miskin yang masuk dalam kategori desil satu dan desil dua (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).

"Sekolah ini betul-betul diperuntukkan bagi mereka yang berada di desil satu dan desil dua. Kalau di sekolah lain mungkin dicari yang terbaik secara nilai, di Sekolah Rakyat justru kami ambil yang paling tidak mampu secara ekonomi. Mindset ini harus dibalik," tegasnya.

Proyek sosial ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 50 hektare dan merupakan kolaborasi bersama pemerintah pusat. Jember menjadi salah satu daerah yang terpilih masuk dalam gelombang pertama program Sekolah Rakyat ini. Untuk itu, Gus Fawait menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Sosial serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Agar program ini tepat sasaran, Bupati menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk bergerak aktif menyisir warga miskin di wilayah masing-masing. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi anak di Jember yang putus sekolah hanya karena kendala biaya.

"Jika masih ada masyarakat Jember yang tidak sekolah karena faktor biaya, padahal instrumen pemerintah sudah disiapkan, maka jajaran camat dan lurah yang harus bertanggung jawab," kata Gus Fawait.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jember berencana menggelar open house di sekolah-sekolah perkampungan. Sosialisasi masif ini dilakukan agar informasi mengenai fasilitas penunjang dan sistem asrama di Sekolah Rakyat dapat menjangkau seluruh keluarga prasejahtera yang membutuhkan. (rou)

Galeri Foto