Bakesbangpol Jember Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Jelang Pengesahan Warga Baru PSHT dan Bulan Suro 2026
- 17 Juni 2026
- Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
Bakesbangpol Jember Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Jelang Pengesahan Warga Baru PSHT dan Bulan Suro 2026
JEMBER, 17 JUNI 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember terus memperkuat sinergi lintas sektoral dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) menjelang pelaksanaan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Tahun 2026 serta peringatan Bulan Suro dan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Jember dan seluruh perguruan silat se-Kabupaten Jember yang digelar di Ruang Rupatama Polres Jember, Rabu 17 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Rapat dipimpin oleh Kabag Ops Polres Jember Kompol Istono, S.H. dan dihadiri Kapolres Jember AKBP Bobby Adimas Candra Putra, S.H., S.I.K., M.Si., perwakilan Kodim 0824/Jember, Kabid Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Kabupaten Jember M. Syamsu Rijal, S.H., M.H., pengurus IPSI Kabupaten Jember, Ketua PSHT Cabang Jember, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah terkait, serta seluruh ketua perguruan silat se-Kabupaten Jember. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta.
Dalam arahannya, Kapolres Jember AKBP Bobby Adimas Candra Putra menegaskan pentingnya peran organisasi pencak silat sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, perguruan silat tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembinaan kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, menjunjung tinggi persaudaraan, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
"Perguruan silat memiliki peran besar dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Momentum Bulan Suro dan Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana mempererat persaudaraan dan bukan sebaliknya," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua IPSI Kabupaten Jember menyampaikan bahwa seluruh perguruan silat yang ada di Kabupaten Jember memiliki komitmen yang sama untuk menjaga situasi tetap kondusif. Koordinasi dan komunikasi dengan aparat keamanan akan terus ditingkatkan melalui jalur-jalur yang telah disiapkan guna mendeteksi serta mengantisipasi setiap potensi gangguan keamanan.
Selain itu, seluruh perguruan silat yang hadir dalam rapat tersebut juga menyepakati untuk tidak menampilkan atribut maupun simbol perguruan selama pelaksanaan pengesahan warga baru PSHT Tahun 2026. Kesepakatan tersebut diambil sebagai langkah preventif guna menghindari gesekan maupun tindakan provokatif yang dapat memicu konflik antar kelompok.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Jember, Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Kabupaten Jember, M. Syamsu Rijal, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pencegahan yang dilakukan oleh Polres Jember bersama IPSI dan seluruh perguruan silat.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, organisasi pencak silat, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah.
"Pemerintah Kabupaten Jember mendukung penuh berbagai upaya preventif yang dilakukan bersama. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan pengesahan warga baru PSHT maupun peringatan Bulan Suro dapat berlangsung secara aman, tertib, damai, dan menjadi momentum memperkuat persatuan di tengah masyarakat," ujar M. Syamsu Rijal.
Dalam pemaparannya, Kabag Ops Polres Jember Kompol Istono menyampaikan bahwa kegiatan pengesahan warga baru PSHT Tahun 2026 diperkirakan akan diikuti sebanyak 3.270 peserta. Besarnya jumlah peserta tersebut memerlukan perhatian dan pengamanan yang maksimal mengingat terdapat sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi.
Beberapa potensi gangguan keamanan yang menjadi perhatian antara lain konvoi kendaraan, fanatisme kelompok yang berlebihan, tindakan provokasi, tawuran antarperguruan, penganiayaan, vandalisme terhadap atribut organisasi, hingga kemungkinan adanya penghadangan rombongan peserta oleh kelompok tertentu.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Jember akan mengerahkan sekitar 1.000 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya. Personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman.
Di sisi lain, Ketua PSHT Cabang Jember menjelaskan bahwa prosesi pengesahan warga baru akan dilaksanakan mulai 20 Juni 2026 dan berlangsung selama tujuh hari. Kegiatan akan dikemas dalam bentuk doa bersama dan kegiatan keagamaan sebagai upaya meminimalisasi potensi gangguan keamanan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan persaudaraan.
Ia juga menegaskan komitmen seluruh perguruan silat untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang mungkin muncul secara cepat, tepat, dan tuntas dalam waktu maksimal 1 x 24 jam agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Secara umum, hasil rapat koordinasi menunjukkan adanya kesamaan visi dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Jember. Meski situasi saat ini terpantau aman dan kondusif, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi gangguan keamanan yang dapat berasal dari oknum anggota maupun penggembira perguruan silat.
Upaya pengawasan melekat, deteksi dini, patroli preventif, serta penguatan koordinasi antarinstansi dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga kondusivitas wilayah selama berlangsungnya rangkaian kegiatan Bulan Suro dan pengesahan warga baru PSHT Tahun 2026.
Sebagai bagian dari fungsi kewaspadaan nasional dan penanganan konflik daerah, Bakesbangpol Kabupaten Jember melalui Bidang Wawasan Kebangsaan dan Penanganan Konflik akan terus melaksanakan monitoring, deteksi dini, serta koordinasi lintas sektoral bersama seluruh unsur terkait. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh tahapan kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, damai, serta mendukung terpeliharanya stabilitas keamanan yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan dan kehidupan masyarakat di Kabupaten Jember. (but)