Irigasi Jadi Sorotan, Pemkab Jember Usulkan Pompa Air Tenaga Surya untuk Petani Bangsalsari
- 12 Maret 2026
- Dibaca 226 Kali
Bagikan Via:
Irigasi Jadi Sorotan, Pemkab Jember Usulkan Pompa Air Tenaga Surya untuk Petani Bangsalsari
JEMBER, 12 MARET 2026 - Upaya memperkuat infrastruktur pertanian terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya dengan mengusulkan bantuan pompa air tenaga surya untuk membantu pengairan lahan sawah yang belum memiliki irigasi teknis, khususnya di wilayah Kecamatan Bangsalsari.
Langkah tersebut ditempuh sebagai solusi atas keterbatasan air yang kerap dialami petani saat musim kemarau, sekaligus untuk menekan biaya operasional pengairan yang selama ini masih bergantung pada pompa berbahan bakar diesel.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Pertanian pada Dinas Tanaman Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, Moch. Kosim, menjelaskan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari implementasi visi Bupati Jember, Muhammad Fawait S.E., M.Sc., yang menaruh perhatian besar pada sektor pertanian.
“Jadi gini, ikhtiar kita ya ikhtiarnya Bupati Jember terkait dengan visinya beliau cinta petani. Sehingga beliau memerintahkan kepada kami untuk membantu petani itu semaksimal mungkin, apapun permasalahan yang dihadapi petani,” ujarnya.
Ia menambahkan, perhatian pemerintah daerah tidak hanya pada produksi pertanian, tetapi juga pada penguatan infrastruktur yang menunjang aktivitas petani di lapangan.
“Titik tekannya beliau adalah termasuk di infrastruktur pertanian. Kita tidak punya, kalau anggarannya APBD itu kan terbatas ya sehingga kita perlu mencari sumber-sumber pendanaan lain untuk membantu petani,” katanya.
Karena itu, Pemkab Jember mengajukan dukungan kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur untuk memberikan bantuan pompa air bertenaga surya.
Menurut Kosim, bantuan tersebut direncanakan untuk kelompok tani di Kecamatan Bangsalsari.
“Jadi kemarin kebetulan itu kita akan dibantu oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Jadi bantu bentuknya apa bantuan pompa air tenaga surya ya,” jelasnya.
Ia mengatakan, tim dari ESDM Provinsi Jawa Timur juga telah melakukan survei lapangan untuk memastikan kelayakan lokasi penerima bantuan pada Rabu, 11 Maret 2026.
“Kemarin sudah disurvei ada Bu Lili sama Mas Fani yang dari ESDM Jawa Timur itu ngecek laik atau tidak untuk diberi bantuan itu. Jadi kemarin hanya ngecek dulu tapi insya Allah mereka akan menjanjikan akan membantu kalau dilihat lahannya sudah memenuhi syarat,” katanya.
Bantuan yang direncanakan meliputi pompa air tenaga surya, panel surya, serta tandon air dengan kapasitas sekitar 2.000 liter yang akan dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian melalui sumur bor.
Selama ini, petani di wilayah tersebut masih mengandalkan pompa berbahan bakar diesel untuk mengairi sawah. Selain biaya bahan bakar yang cukup tinggi, akses jaringan listrik di kawasan tersebut juga terbatas sehingga penggunaan pompa listrik belum memungkinkan.
“Nah ini kalau misalkan terwujud lumayan karena kalau kemarau di sana itu jelas tidak bisa mengairi ini ya terbataslah airnya itu. Nah mau nyedot pakai kalau pakai listrik jauh anunya tidak ada ya karena itu kan bersebelahan dengan rel untuk narik anu itu susah ya,” jelasnya.
Dengan adanya pompa air tenaga surya, diharapkan petani dapat memperoleh sumber pengairan yang lebih stabil sekaligus menghemat biaya operasional.
“Tapi yang paling penting itu adalah mengatasi permasalahan petani, meringankan kesulitan petani. Nah dengan bantuan mesin pompa bertenaga surya ini paling tidak asalkan ada sinar matahari dari pagi sampai sore kan lumayan menghemat pengeluaran petani,” pungkasnya. (fan)