logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup

Banjir di Pertigaan Mumbulsari Dikeluhkan Warga, Sampah dan Pendangkalan Sungai Jadi Penyebab

  • 07 April 2026
  • Dibaca 582 Kali
Bagikan Via:
banjir-di-pertigaan-mumbulsari-dikeluhkan-warga-sampah-dan-pendangkalan-sungai-jadi-penyebab-20260407

Banjir di Pertigaan Mumbulsari Dikeluhkan Warga, Sampah dan Pendangkalan Sungai Jadi Penyebab

JEMBER, 6 APRIL 2026 – Warga di sekitar pertigaan Kecamatan Mumbulsari mengeluhkan banjir yang kerap terjadi, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Genangan air yang meluap hingga ke badan jalan dinilai mengganggu aktivitas warga serta pengguna jalan yang melintas.

Dari hasil pantauan di lapangan, banjir dipicu oleh penumpukan sampah di bawah jembatan pertigaan Mumbulsari. Sampah plastik, ranting pohon, hingga batang bambu tersangkut di tengah jembatan dan menghambat aliran air. Akibatnya, debit air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke permukaan.

Selain faktor sampah, kondisi pendangkalan sungai turut memperparah situasi. Sungai yang berada di lokasi tersebut diketahui merupakan kewenangan pemerintah provinsi, sehingga proses normalisasi memerlukan koordinasi lintas pemerintah.

Menindaklanjuti keluhan warga, Bupati Jember, Muhammad Fawait SE., M.Sc turun langsung meninjau lokasi jembatan usai menghadiri kegiatan Bunga Desaku di Balai Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari. Dalam kunjungannya, ia melihat secara langsung tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jember tidak tinggal diam dalam menghadapi persoalan tersebut. Meski kewenangan sungai berada di tingkat provinsi, pihaknya tetap aktif berkoordinasi untuk mendorong percepatan pengerukan.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan pemerintah provinsi agar segera dilakukan normalisasi sungai, karena salah satu penyebab utama banjir ini adalah pendangkalan,” ujarnya.

Sebagai langkah cepat penanganan darurat, pemerintah daerah juga mengerahkan alat berat untuk mengangkut sampah yang menyumbat di area jembatan. Dalam kegiatan ini, sejumlah dinas turut bersinergi, yakni Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Petugas dari DPRKPLH fokus pada pengangkutan sampah di sekitar jembatan, sementara DPUPR menangani aspek teknis aliran dan infrastruktur, serta BPBD turut mendukung dalam penanganan darurat di lapangan. Kolaborasi lintas dinas ini menunjukkan respons cepat pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Warga berharap penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan melalui pengerukan sungai dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi, diharapkan persoalan banjir di pertigaan Mumbulsari dapat segera teratasi dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. (mrf)

Galeri Foto