Banjir Luapan Rendam Tiga Rumah di Rambipuji Jember, Saluran Jembatan Tersumbat Kayu
- 16 Maret 2026
- Dibaca 332 Kali
Bagikan Via:
Banjir Luapan Rendam Tiga Rumah di Rambipuji Jember, Saluran Jembatan Tersumbat Kayu
JEMBER, 16 MARET 2026 – Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember pada Minggu 15 Maret 2026 menyebabkan banjir luapan di Dusun Gumuk Gebang, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB setelah debit air di aliran sungai kecil di kawasan tersebut meningkat dan tidak mampu tertampung oleh saluran yang ada.
Berdasarkan laporan yang diterima oleh BPBD Kabupaten Jember pada pukul 19.00 WIB, air meluap hingga memasuki permukiman warga dan merendam sedikitnya tiga rumah di RT 40 RW 24 Dusun Gumuk Gebang.
Selain itu, luapan air dengan ketinggian sekitar 20 hingga 30 sentimeter juga menggenangi jalan penghubung desa sehingga sempat mengganggu akses transportasi serta aktivitas masyarakat setempat.
Dari hasil asesmen di lapangan, banjir luapan dipicu oleh curah hujan tinggi yang mulai mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 14.30 WIB. Debit air yang meningkat membuat aliran sungai kecil di sekitar lokasi meluap.
Kondisi tersebut diperparah oleh ukuran lubang gorong-gorong atau cempolong di bawah jembatan yang dinilai terlalu kecil sehingga tidak mampu mengalirkan debit air secara optimal.
Selain itu, material sampah berupa kayu yang terbawa arus air tersangkut di bagian saluran bawah jembatan dan menyebabkan penyumbatan total. Akibatnya, aliran air tertahan dan meluap ke badan jalan serta pemukiman warga di sekitar lokasi kejadian.
Salah satu warga setempat, Iwan Mujiartono, mengatakan bahwa peristiwa banjir luapan ini kerap terjadi setiap musim hujan. Ia menyebutkan bahwa kondisi saluran air yang sempit serta adanya sampah yang terbawa arus menjadi penyebab utama air meluap ke permukiman warga.
“Setiap musim hujan kejadian seperti ini sering terulang. Air dari sungai kecil meluap karena gorong-gorong di bawah jembatan tidak mampu menampung debit air, apalagi jika ada kayu atau sampah yang menyumbat saluran,” ujarnya.
Tim dari BPBD Kabupaten Jember bersama perangkat desa dan warga setempat segera melakukan koordinasi serta asesmen di lokasi kejadian. Hingga pukul 21.15 WIB, kondisi air yang sebelumnya meluap dilaporkan mulai berangsur surut meskipun hujan masih mengguyur kawasan tersebut.
Meski demikian, material kayu yang menyumbat saluran di bawah jembatan masih belum dapat dibersihkan karena derasnya aliran air dan kondisi cuaca yang kurang mendukung. Hal ini dikhawatirkan dapat memperparah situasi apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Sebagai langkah penanganan jangka panjang, BPBD merekomendasikan beberapa upaya, di antaranya kerja bakti pembersihan saluran, normalisasi aliran sungai kecil di Dusun Gumuk Gebang, serta kajian teknis terhadap dimensi gorong-gorong pada jembatan agar kapasitasnya mampu menampung debit air yang lebih besar.
Selain itu, pembangunan fasilitas penyaring sampah di aliran sungai sebelum jembatan juga dinilai penting untuk mencegah material kayu dan sampah menyumbat saluran. Pemerintah dan masyarakat juga diimbau meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan. (Bob)